Kabaristimewa.id Tenggarong – Memasuki hari ke 10 Ramadan, lapak Mendoan Wati di Pasar Ramadan Tangga Arung Square, Tenggarong, ramai diserbu pembeli, Sabtu 28 Februari 2026. Aroma tempe goreng hangat menarik perhatian warga yang berburu takjil untuk berbuka puasa.
Di balik usaha tersebut, Rahmawati, 56 tahun, konsisten berjualan mendoan sejak 1997. Ia belajar membuat mendoan dari keluarga suaminya yang berasal dari Banyumas. Sejak saat itu, setiap Ramadan ia rutin membuka lapak.
Awalnya Rahmawati berjualan di Rumah Makan Banjar Kutai di Jalan Jenderal Sudirman, Tenggarong. Karena rumah makan tersebut tutup saat Ramadan, ia memanfaatkan kesempatan itu untuk menjajakan mendoan. Kini, ia menetap di Pasar Ramadan dan tetap setia melayani pelanggan.
Mendoan buatannya memiliki ciri khas ukuran jumbo, sekitar 12 x 8 sentimeter. Tempe yang digunakan berukuran besar dan dibuat satu papan tanpa dipotong kecil. Bahan baku didatangkan dari Loa Pari dan diproduksi oleh keluarga angkatnya yang merupakan pengusaha tempe.
Harga satu potong mendoan saat ini Rp15 ribu. Rahmawati menyebut kenaikan harga menyesuaikan biaya bahan baku dan kebutuhan produksi yang terus meningkat. Saat pertama berjualan, ia hanya mematok harga Rp1.000 per potong.
Dalam sehari, ia membawa sekitar 500 potong tempe ke lokasi bazar. Pada awal pembukaan Ramadan, jumlahnya bahkan mencapai 750 potong. Omzet penjualan tempe saja kini sekitar Rp2,5 juta per hari, dengan 500 potong habis terjual dalam dua hari terakhir.
Biaya sewa lapak di Tangga Arung Square mencapai Rp1,6 juta, belum termasuk biaya lainnya. Nilai tersebut lebih tinggi dibanding lokasi sebelumnya di Masjid Agung. Meski demikian, ia tetap mengikuti kebijakan penempatan dari pemerintah.
Selain mendoan, Rahmawati juga menjual risol, pastel, dan tahu isi. Ia turut menerima pesanan katering dan kebutuhan pesta. Usaha tersebut kini mulai diteruskan oleh anak sulungnya, sebagai bagian dari regenerasi keluarga.
Rahmawati berharap pelaku UMKM mendapat perhatian lebih, termasuk dukungan atau subsidi jika harus berpindah lokasi berjualan. Bagi warga Tenggarong, Mendoan Wati telah menjadi salah satu sajian yang selalu dinanti setiap Ramadan.








