Musim Kemarau Menguat, BMKG Minta Warga Waspadai Kekeringan dan Risiko Kebakaran di NTB

admin

Kabaristimewa.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang semakin intens. Selain berpotensi memicu krisis air bersih, kondisi cuaca kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Cakra Mahasurya, mengatakan penggunaan air bersih secara bijak menjadi langkah penting untuk menghadapi potensi kekeringan meteorologis yang kini meluas di sejumlah wilayah.

Menurut BMKG, status waspada kekeringan telah diberlakukan di beberapa kecamatan yang tersebar di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, dan Bima. Wilayah-wilayah tersebut mengalami periode tanpa hujan yang cukup panjang sehingga berisiko mengalami penurunan ketersediaan air.

Baca juga  Momentum Ramadan di Kukar, Gelar Buka Puasa dan Beri Hadiah 15 Orang untuk Pergi Umroh

Hasil pemantauan curah hujan pada awal Juli 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah NTB menerima hujan dalam kategori sangat rendah. Di beberapa lokasi, kondisi tanpa hujan bahkan telah berlangsung lebih dari 50 hari, menandakan musim kemarau telah berkembang secara signifikan.

BMKG juga menjelaskan bahwa seluruh wilayah NTB saat ini telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut diperkuat oleh fenomena El Nino yang masih memengaruhi pola cuaca dan diperkirakan berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.

Baca juga  Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Karawang dan Sekitarnya, BMKG Ingatkan Warga Tetap Tenang

Selain menghemat penggunaan air, masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. BMKG mengingatkan agar tidak membakar sampah di lahan terbuka, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta lebih berhati-hati saat melakukan kegiatan di area yang dipenuhi vegetasi kering.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan menyiapkan langkah mitigasi, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan berkepanjangan.

Baca juga  Bahaya! Dampak Over Screen time

BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan sejak dini serta partisipasi masyarakat dalam menghemat air dan mencegah munculnya sumber api menjadi faktor penting untuk meminimalkan dampak musim kemarau terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan.

Berita-berita terbaru