Kabut Asap Kiriman Papua Perparah Udara Maluku Utara, Penerbangan Terganggu

admin

kabaristimewa.id, Maluku Utara – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengungkapkan bahwa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Papua turut memperparah penurunan kualitas udara di wilayahnya. Kondisi tersebut berdampak pada jarak pandang hingga menghambat aktivitas penerbangan.

Dilansir dari CNN Indonesia, Hal itu disampaikan Sherly usai melakukan kunjungan ke kantor BMKG dan berdiskusi dengan Kepala BMKG Maluku Utara, Desindra Deddy Kurniawan, pada Kamis (14/10).

Berdasarkan informasi BMKG, jarak pandang di wilayah terdampak menurun hingga kurang dari 2.000 meter. Padahal, jarak pandang sekitar 3.800 meter diperlukan agar penerbangan dapat kembali beroperasi secara normal.

Baca juga  Langkah Besar Telkom Tingkatkan Kualitas dan Jangkauan Layanan Telekomunikasi Masyarakat

Di sisi lain, hujan yang mulai mengguyur enam kabupaten/kota di Maluku Utara pada 12–13 Oktober memberikan perkembangan positif terhadap penanganan karhutla. Jumlah titik panas di wilayah tersebut dilaporkan mulai menurun, dengan rincian dua kategori merah, 63 kategori kuning, dan empat kategori hijau.

Meski demikian, upaya pemadaman masih menghadapi kendala. Sejumlah titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau dan belum mendapatkan guyuran hujan.

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah mengajukan dukungan water bombing atau pemadaman melalui udara serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dukungan tersebut telah disetujui, bahkan helikopter telah tiba di Ternate pada 14 Oktober.

Baca juga  Lonjakan COVID-19 Terjadi di Banten, Jakarta, dan Jatim; Kemenkes Tegaskan Tidak Ada Kematian

Namun, pelaksanaan operasi belum dapat dilakukan karena kabut asap menghambat pendaratan kru pemadam udara dan pesawat OMC. Pemerintah daerah pun terus berupaya mempercepat kedatangan tim agar operasi pemadaman dan intervensi cuaca dapat segera dilaksanakan.

Sherly turut menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB, BMKG, pemerintah kabupaten/kota, BPBD Provinsi, serta seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Baca juga  Penuhi Kebutuhan Kurban Masyarakat, Pemprov Kaltim Siapkan 12 Ribu Sapi untuk Idul Adha 2023

Ia juga menyoroti dampak kabut asap terhadap masyarakat, mulai dari tertundanya perjalanan hingga terganggunya aktivitas ekonomi dan terbakarnya lahan yang menjadi sumber penghidupan warga.

Sherly berharap hujan dapat terus turun di wilayah terdampak karhutla, baik di Maluku Utara maupun Papua. Dengan membaiknya kondisi cuaca dan jarak pandang, tim bantuan diharapkan segera dapat beroperasi untuk memadamkan api dan mengurangi kabut asap.

Pemerintah daerah saat ini terus mengupayakan percepatan penanganan agar kondisi udara kembali membaik dan aktivitas masyarakat dapat berangsur normal.

Sumber: CNN Indonesia

Berita-berita terbaru