Kabaristimewa.id, Berau – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kalimantan Timur. Tim gabungan harus bekerja hampir delapan jam untuk mengendalikan kebakaran yang melanda lahan sekitar 8,5 hektare di Kabupaten Berau.
Dilansir dari antarakaltim.com, Operasi pemadaman berlangsung pada Selasa (8/9/2026), mulai sekitar pukul 13.30 hingga 21.10 WITA. Api terdeteksi di kawasan Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, serta Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi mengatakan proses pemadaman menghadapi medan yang tidak mudah. Kondisi wilayah bervariasi dari dataran hingga perbukitan, sementara vegetasi seperti semak, pakis, dan pepohonan menjadi bahan bakar yang mudah terbakar.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan Brigade Pengendalian Karhutla KPHP Berau Utara, personel BKO Polda Kaltim, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Kementerian Pekerjaan Umum, serta unsur terkait lainnya.
Berbagai peralatan dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman, mulai dari kendaraan slip on, truk tangki air, mesin pompa mark-3, hingga drone untuk memantau pergerakan titik panas dari udara.
Asap Mulai Jadi Perhatian Kesehatan
Ancaman karhutla tidak hanya menyangkut keselamatan lingkungan. Kabut asap dan debu akibat kebakaran juga mulai menjadi perhatian sektor kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menyebut kombinasi cuaca panas dan paparan asap karhutla turut berkontribusi terhadap peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kaltim.
Peningkatan kasus ISPA disebut berada di kisaran 10–20 persen.
Sebagai langkah antisipasi, bantuan logistik berupa masker telah dikirimkan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Berau dan Paser. Tim krisis kesehatan juga disiagakan untuk memantau perkembangan penyakit yang berkaitan dengan paparan asap.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kondisi udara, terutama ketika asap kebakaran mulai menyebar ke kawasan permukiman.
Di sisi lain, upaya pemadaman dan pencegahan karhutla terus diperkuat agar api tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat dapat ditekan.








