Sekolah Terdampak Asap Karhutla Bisa Beralih ke PJJ

admin

Kabaristimewa.id, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatur pembelajaran bagi sekolah yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 20 Tahun 2026, sekolah diminta menyesuaikan kegiatan belajar berdasarkan kondisi kualitas udara dan risiko kesehatan siswa maupun guru.

Jika ISPU berada di angka 201-300 atau kategori sangat tidak sehat, pembelajaran tatap muka dihentikan sementara dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sementara jika ISPU melebihi 300 atau masuk kategori berbahaya, seluruh kegiatan di sekolah dihentikan. Sekolah diminta memprioritaskan keselamatan dan berkoordinasi dengan BPBD serta dinas kesehatan.

Baca juga  Pasca Demo Ricuh, Pemerintah Fokus Perbaikan Fasilitas Pendidikan Papua

PJJ tidak wajib dilakukan secara daring. Sekolah dapat menggunakan modul cetak, lembar tugas, radio, televisi lokal, maupun metode lain sesuai kondisi wilayah.

Kemendikdasmen menegaskan penghentian tatap muka bukan berarti siswa diliburkan. Pembelajaran tetap harus berjalan dengan beban tugas yang disesuaikan selama kondisi darurat karhutla.

Untuk daerah yang mengalami keterbatasan akses internet maupun listrik, sekolah dapat menggunakan modul cetak, lembar aktivitas, tugas berbasis rumah, radio, televisi lokal, atau kunjungan guru dengan tetap memperhatikan keselamatan.

Baca juga  Rob Rendam Jakarta Utara hingga 40 Cm, Warga Diminta Siaga

Beban belajar juga diminta disederhanakan. Sekolah diarahkan memprioritaskan literasi, numerasi, dan penguatan karakter serta menghindari pemberian tugas yang berlebihan kepada siswa dan orang tua.

Selain itu, sekolah terdampak asap diwajibkan menyiapkan minimal satu ruang kelas yang dapat digunakan sebagai tempat perlindungan sementara dari paparan asap.

Ruang tersebut dapat dilengkapi dengan penutup ventilasi, tirai kain lembap, exhaust fan, dan penjernih udara dengan filter HEPA apabila tersedia.

Baca juga  Paus Fransiskus Dimakamkan, Delegasi Indonesia Ikut Beri Penghormatan Terakhir

Kemendikdasmen juga memberikan perhatian khusus kepada anak usia dini, siswa sekolah dasar, peserta didik penyandang disabilitas, serta siswa dengan penyakit penyerta.

Setelah kualitas udara kembali membaik, sekolah diminta melakukan asesmen diagnostik untuk mengetahui dampak gangguan pembelajaran. Program pemulihan kemudian disiapkan bagi siswa yang mengalami ketertinggalan belajar akibat kondisi karhutla.

Berita-berita terbaru