Rob Rendam Jakarta Utara hingga 40 Cm, Warga Diminta Siaga

admin

Banjir rob di Jakarta Utara, Kamis (4/12). Foto/Korlantas Polri

Kabaristimewa.id, Jakarta – Banjir rob kembali merendam sejumlah titik di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada Selasa pagi. Ketinggian air di kawasan Jalan RE Martadinata mencapai 40 sentimeter dan menyebabkan akses kendaraan tersendat. BPBD DKI meminta warga lebih waspada mengingat kondisi air laut yang terus meningkat.

Kasatgas BPBD Korwil Jakarta, Vitus Dwi Indarto, menjelaskan situasi di sekitar JIS menjadi yang paling terdampak. Ia menyebut motor banyak yang mogok karena terendam. “Untuk Jakarta Utara, yang paling terdampak di Jalan RE Martadinata… dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter pada pukul 09.30 WIB,” ujarnya.

Baca juga  Upacara Pahlawan Nasional di Istana Negara Diwarnai Isak Haru

Suku Dinas SDA Jakarta Utara langsung melakukan penyedotan air dengan dua pompa mobile serta satu pompa apung. Menurut Vitus, langkah pemantauan terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali. “Kami terus melakukan pemantauan ketinggian banjir rob,” katanya.

Di Kepulauan Seribu, BPBD melaporkan bahwa 13 RT terdampak banjir rob di wilayah Pulau Harapan, Pulau Pari, dan Pulau Untung Jawa. Tinggi muka air di kawasan tersebut berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Magit, Elbok, dan area depan Puskesmas ikut tergenang.

Baca juga  Meninggal di Puncak Carstensz Papua, Jenazah Lilie dan Elsa Akan Diterbangkan ke Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa puncak rob diperkirakan terjadi pada 5 Desember pukul 09.00 WIB. Ia mengingatkan seluruh jajaran SDA untuk meningkatkan kesiapsiagaan karena potensi rob dapat bersamaan dengan hujan intensitas tinggi bulan ini. “Puncak banjir rob itu besok tanggal 5 jam 09.00 pagi,” kata Pramono.

BPBD menyampaikan bahwa peringatan rob berlaku hingga 10 Desember dan gelombang berikutnya bisa muncul pada pertengahan Desember. Yohan dari BPBD menjelaskan fenomena alam yang menjadi penyebab meningkatnya permukaan air laut. “Adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee,” ujarnya.

Baca juga  Kompol Kosmas Dipecat Usai Affan Kurniawan Tewas Dilindas Rantis Brimob

Pemprov Jakarta juga menangani permasalahan tanggul di Muara Baru yang mengalami kebocoran. Kepala Dinas SDA, Ika Agustin Ningrum, mengatakan kebocoran berada di kawasan milik Pelindo, tetapi pemerintah daerah tetap akan membantu perbaikan. “Yang viral saat ini berada di kawasan Nizam Zachman, kewenangan Pelindo,” jelasnya.

Pada saat yang sama, progres pembangunan NCICD terus dipercepat untuk memperkuat perlindungan pesisir. Gubernur Pramono menyampaikan bahwa dari total target 28,2 kilometer, baru 11,8 kilometer tanggul yang selesai dibangun. “Yang sudah terbangun 11,8 kilometer,” ujarnya di Balai Kota.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-8244058/6-fakta-banjir-rob-rendam-jakarta-utara

Berita-berita terbaru