Kabaristimewa.id, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan langkah rekonstruksi untuk membangun kembali rumah-rumah adat di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, yang hangus terbakar.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (22/8/2026) malam menghanguskan sedikitnya 129 rumah warga. Kobaran api diduga bermula dari salah satu rumah sebelum kemudian dengan cepat merambat ke bangunan lain.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pemerintah provinsi akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk menentukan skema pembangunan kembali kawasan adat tersebut.
“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kami pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” kata Iqbal, Minggu (23/8/2026).
Menurut Iqbal, pemulihan Desa Adat Sade menjadi perhatian penting karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat kehidupan dan budaya masyarakat Suku Sasak.
Selain membangun kembali rumah yang terbakar, pemerintah juga memprioritaskan kebutuhan warga yang terdampak. Ratusan warga telah dievakuasi ke Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Rembitan untuk mendapatkan perlindungan sementara.
Iqbal meminta kebutuhan dasar para pengungsi segera dipenuhi. Bantuan yang diberikan diharapkan mencakup kebutuhan pangan, sandang, rasa aman, hingga dukungan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi warga.
“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” ujarnya.
Pemerintah juga memastikan anak-anak yang terdampak kebakaran tetap dapat mengikuti kegiatan pendidikan tanpa terganggu akibat bencana.
“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” kata Iqbal.
Desa Adat Sade memiliki nilai penting bagi masyarakat Sasak. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi yang masih mempertahankan bentuk rumah tradisional, tata ruang kampung, serta berbagai tradisi yang diwariskan lintas generasi.
Rumah tradisional Suku Sasak umumnya menggunakan bahan alami seperti kayu, bambu, jerami, dan anyaman bambu. Lantainya dibuat dari campuran tanah liat, abu jerami, dan kotoran kerbau yang kemudian mengeras setelah mengering.
Karakter bangunan yang didominasi material alami membuat proses rekonstruksi nantinya perlu memperhatikan bentuk dan nilai budaya yang selama ini melekat pada Desa Adat Sade.
Pemerintah daerah kini dihadapkan pada dua kebutuhan sekaligus, yakni memastikan warga segera mendapatkan tempat tinggal dan memulihkan kembali kawasan adat yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Lombok.








