Kabaristimewa.id Kutai Kartanegara – Volume sampah di wilayah Tenggarong dan sekitarnya terus meningkat hingga mencapai sekitar 300 ton per hari. Kondisi ini membuat sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) kerap mengalami kelebihan kapasitas.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kutai Kartanegara menilai lonjakan tersebut belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai. Tekanan paling besar terjadi di TPS sebagai titik awal sebelum sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, mengatakan kapasitas TPS saat ini sering tidak mampu menampung volume sampah harian yang terus bertambah.
Ia menjelaskan, layanan pengelolaan sampah di Tenggarong masih bergantung pada satu TPA. Seluruh sampah dari beberapa wilayah seperti Tenggarong, sebagian Loa Kulu, dan Tenggarong Seberang terpusat di lokasi tersebut.
Menurutnya, kondisi ini menyebabkan beban penanganan sampah menjadi tidak merata dan menumpuk di satu titik. Dampaknya, TPS kerap penuh sebelum sampah sempat diangkut ke TPA.
DLHK Kukar menilai perlu langkah strategis untuk mengatasi persoalan ini. Salah satunya melalui penambahan TPS dan penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis wilayah.
Selain itu, peran masyarakat juga dinilai penting dalam mengurangi produksi sampah dari sumbernya. Upaya ini diharapkan dapat menekan volume sampah yang masuk ke TPS dan TPA setiap hari.








