Kabaristimewa.id – Sebuah kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki setelah makan ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan. Hal ini ditegaskan oleh sejumlah institusi medis terkemuka seperti Harvard Health Publishing dan Mayo Clinic. Mereka sepakat bahwa aktivitas ini bukan hanya membantu pembakaran kalori, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dengan bergerak ringan sekitar 10-15 menit setelah makan, tubuh dapat mengatur kadar gula darah lebih baik. “Berjalan kaki membantu otot menyerap glukosa lebih cepat,” tulis jurnal Sports Medicine. Hal ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes maupun orang dengan resistensi insulin.
Bukan cuma kadar gula, pencernaan pun ikut terbantu. Berjalan ringan mempercepat pengosongan lambung dan mencegah rasa begah. Mayo Clinic menyebut, manfaat ini terasa terutama setelah makan besar.
Dari sisi manajemen berat badan, berjalan kaki berkontribusi pada pembentukan defisit kalori harian. Kebiasaan ini mencegah lonjakan insulin berlebih yang menyebabkan penumpukan lemak. Itu sebabnya konsistensi lebih penting dibanding durasi yang lama.
Manfaat kesehatan jantung juga tak bisa diabaikan. Sirkulasi darah yang lebih baik dan tekanan darah yang lebih stabil adalah hasil langsung dari kebiasaan ini. Dalam jangka panjang, risiko penyakit kardiovaskular bisa ditekan.
Efek positif lain datang dari sisi psikologis. Jalan kaki ringan membantu pelepasan hormon endorfin yang membuat seseorang merasa lebih rileks dan bahagia. Kebiasaan ini pun dapat menjadi jeda reflektif di tengah kesibukan sehari-hari.
Waktu yang dianjurkan untuk mulai berjalan adalah 15 hingga 30 menit setelah makan utama. Meski singkat, durasi ini sudah cukup memberikan dampak besar pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dengan rutin melakukannya, masyarakat bisa menjaga kesehatan fisik dan mental sekaligus. Jalan kaki setelah makan adalah contoh nyata bahwa gaya hidup sehat tidak selalu membutuhkan biaya mahal.
Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20250602073453-255-1235383/5-manfaat-jalan-kaki-setelah-makan-tak-sekadar-bakar-kalori
Penulis : Arnelya NL








