Kabaristimewa.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menghadiri kegiatan Diseminasi Program JAPFA for Kids 2025 yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (21/1/2026). Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam upaya meningkatkan kebiasaan konsumsi makanan bergizi bagi anak-anak usia sekolah dasar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten I Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara Akhmad Taufik Hidayat, perwakilan PT Suri Tani Pemuka selaku pelaksana program JAPFA for Kids, serta jajaran perangkat daerah terkait. Dalam kesempatan itu, PT Suri Tani Pemuka diwakili oleh Agustri Wayudi sebagai perwakilan manajemen perusahaan.
Asisten I Kukar Akhmad Taufik Hidayat menjelaskan bahwa program JAPFA for Kids telah berjalan selama enam bulan dan memberikan dampak positif bagi siswa sekolah dasar, khususnya yang mengalami masalah kekurangan gizi.
“Hari ini kita menghadiri diseminasi program JAPFA for Kids 2025 yang dilaksanakan oleh PT Suri Tani Pemuka. Program ini sudah berjalan sekitar enam bulan dan fokus pada pembentukan kebiasaan makan bergizi bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia menerangkan, salah satu bentuk intervensi yang dilakukan dalam program ini adalah pemberian satu butir telur kepada siswa sebagai sumber protein hewani. Program tersebut menyasar siswa sekolah dasar dengan kondisi gizi kurang.
“Sasarannya memang tidak semua sekolah, hanya beberapa sekolah tertentu, dan difokuskan kepada anak-anak yang mengalami gizi kurang,” jelasnya.
Menurut Akhmad Taufik, berdasarkan hasil evaluasi sementara, program ini menunjukkan adanya peningkatan kondisi gizi pada sebagian siswa penerima manfaat.
“Alhamdulillah, dari pelaksanaan program ini sudah terlihat ada sedikit peningkatan. Ini tentu menjadi hal positif dan patut kita apresiasi bersama,” katanya.
Ia menilai, meskipun program JAPFA for Kids merupakan kontribusi dari pihak swasta, dampaknya sangat sejalan dengan program dan misi pemerintah daerah.
“Program ini memang bagian kecil dari kontribusi stakeholder, namun sangat mendukung misi pemerintah daerah dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Akhmad Taufik berharap program JAPFA for Kids dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program sebagai bentuk penguatan terhadap visi dan misi Bupati Kutai Kartanegara di bidang kesehatan.
“Harapannya program ini tetap berjalan dan berkelanjutan, sehingga mampu memperkuat visi-misi kepala daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kukar,” tambahnya.
Ia juga mendorong agar kolaborasi serupa dapat diperluas ke wilayah lain.
“Kami berharap tidak hanya JAPFA, tetapi juga stakeholder lainnya bisa ikut berpartisipasi dalam program-program seperti ini. Tidak hanya di Kecamatan Loa Kulu, tetapi juga di kecamatan-kecamatan lain di Kutai Kartanegara,” tuturnya.
Program JAPFA for Kids sendiri menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung penanganan gizi anak. Melalui intervensi sederhana namun tepat sasaran, program ini diharapkan mampu membantu menekan angka gizi kurang sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini di Kabupaten Kutai Kartanegara.








