Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Penutupan Pekan Pesta Rasa 2025 digelar di Taman Kota Raja pada Sabtu malam, menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan promosi kuliner dan UMKM selama sepekan. Melalui acara penutup ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Diskop UKM kembali memperlihatkan komitmen mereka dalam menyediakan ruang bagi pelaku usaha lokal. Sebagai wadah transaksi, kolaborasi, dan hiburan publik, event ini kembali menarik perhatian masyarakat. Hingga kegiatan berakhir, antusiasme pengunjung masih terlihat stabil.
Plt Kepala Diskop UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor menyampaikan bahwa penyelenggaraan Pekan Pesta Rasa sedang dipertimbangkan untuk dijadikan agenda tahunan. Menurutnya, manfaat acara tersebut dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM maupun pekerja seni yang turut tampil.
Thaufiq menegaskan hal itu dengan mengatakan, “Kegiatan ini memang diharapkan menjadi event tahunan sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk melakukan transaksi dagang maupun kemitraan. Termasuk bagi pelaku seni seperti tari, menyanyi, dan lomba memasak yang tahun ini berbahan labu,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025). Ritme ekonomi kreatif di Kukar dinilainya dapat terus terjaga melalui kontinuitas event seperti ini.
Pengaruh acara tidak hanya menyentuh para tenan di area utama, tetapi juga UMKM yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Sejak awal pembukaan, usaha di kawasan Taman Kota Raja disebutnya mengalami peningkatan jumlah pengunjung. Ia menjelaskan, “Di samping Taman Kota Raja dan sekitarnya itu juga ada pelaku UMKM yang pasti akan berdampak dari adanya kegiatan ini.” Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dorongan ekonomi berasal tidak hanya dari pusat acara, tetapi juga dari lingkungan sekitarnya.
Sejumlah penghargaan turut diberikan oleh panitia pada malam penutupan sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta yang berpartisipasi. Kategori yang diumumkan meliputi pemenang lomba masakan berbahan labu, tenan paling kreatif, tenan paling bersih, hingga pengelolaan media sosial terbaik. Kategori penjualan tertinggi juga masuk dalam daftar penghargaan. Melalui langkah ini, Diskop UKM berupaya memunculkan semangat kompetitif di kalangan UMKM.
Upaya mendorong pelaku usaha agar terus berinovasi menjadi alasan utama dari pemberian apresiasi tersebut. Thaufiq menjelaskan tujuan itu dalam keterangannya, “Hal ini untuk memacu pelaku UMKM lainnya agar meningkatkan daya saing. Kita harus memiliki kreativitas dalam rangka meningkatkan aset dan omzet usaha,” tuturnya. Ia menilai bahwa adaptasi dan kreativitas merupakan kunci menghadapi dinamika ekonomi yang bergerak cepat.
Terkait situasi ekonomi yang sedang lesu serta adanya pemangkasan APBD, Thaufiq melihat penyelenggaraan Pekan Pesta Rasa sebagai bagian dari solusi menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menekankan bahwa UMKM tetap membutuhkan ruang produktif meski dalam kondisi sulit. “Salah satunya adalah kita menyiapkan fasilitas tempat atau event bagi pelaku UMKM agar di tengah kelesuan ekonomi ini mereka tetap memiliki ruang. Kegiatan ini diharapkan berdampak pada usaha mereka. Yang paling penting, ini juga menjadi tempat hiburan bagi masyarakat. Sejahtera itu tidak hanya dari sandang pangan, tapi juga hiburan,” jelasnya. Menurutnya, hiburan pun memiliki nilai kesejahteraan tersendiri.
Di sisi kebijakan, Thaufiq menegaskan bahwa pelaksanaan Pekan Pesta Rasa 2025 selaras dengan arah program Bupati Kukar yang fokus pada penguatan UMKM. Ia menyampaikan bahwa Kredit Kukar Idaman terus dilibatkan dalam kegiatan sebagai dukungan pembiayaan. “Program bupati itu peningkatan daya saing pelaku UMKM. Dari sisi permodalan ada Kredit Kukar Idaman yang selalu ikut dalam kegiatan kita. Penguatan daya saing juga kita dorong agar UMKM bisa mendukung visi-misi Kukar Idaman,” ungkapnya. Ia berharap langkah ini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui penyelenggaraan Pekan Pesta Rasa 2025, kolaborasi antara kuliner, seni, dan sektor UMKM kembali dipertegas sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan di Kukar. Event ini tidak hanya memberikan ruang ekspresi bagi para pelaku usaha, tetapi juga menjadi hiburan bagi warga yang hadir. Di tengah tekanan ekonomi, kegiatan semacam ini dinilai mampu menggerakkan kembali semangat dagang pelaku UMKM. Pemerintah daerah memastikan format acara ini tetap dipertahankan karena terbukti memberi dampak ekonomi dan sosial. (jnl)








