Kabaristimewa.id, Samarinda – Suasana Teluk Lerong Garden, Samarinda, mendadak ricuh pada Minggu (5/10/2025) malam. Warga dikejutkan dengan penemuan tubuh seorang pria lanjut usia yang terapung di aliran Sungai Mahakam sekitar pukul 21.55 WITA.
Pengunjung taman yang pertama kali melihat jasad itu segera melaporkan kepada pihak berwenang. Tak lama kemudian, Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda bersama tim medis 112 turun tangan melakukan proses evakuasi.
Upaya penyelamatan sempat dilakukan di lokasi. Tim medis berusaha memberikan pertolongan karena masih terlihat adanya denyut. “Kami sempat beri bantuan berupa RJP/CPR (Resusitasi Jantung Paru, Red.). Namun pihak kedokteran yang akan memastikan kemungkinan (apakah korban masih bisa tertolong) itu,” ucap Lala, tim medis 112 di RS Dirgahayu.
Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Sesampainya di RS Dirgahayu, Jalan Gunung Merbabu, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, ia dipastikan meninggal dunia. “Korban sudah meninggal dunia,” kata Kasubnit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda, Aipda Harry Cahyadi.
Polisi telah melakukan pemeriksaan awal terhadap tubuh korban. Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan. “Belum ada kaku mayat. Dari kondisinya korban sudah meninggal dua jam sebelum ditemukan,” lanjut Aipda Harry.
Identitas pria tersebut akhirnya diketahui bernama Petrus Rapang. Ia tercatat sebagai warga Jalan Wiraswasta, Gang Mandiri Nomor 022, RT 007, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.
Keterangan pihak keluarga menguatkan dugaan bahwa korban sering meninggalkan rumah tanpa pamit karena mengalami kepikunan. “Informasinya sudah pergi dari rumah siang tadi. Saat ini jenazah korban dalam proses pemulasaran dan langsung dibawa ke rumah duka,” jelas Aipda Harry.
Dengan fakta tersebut, polisi memastikan tidak ada indikasi tindak pidana dalam kejadian ini. Keluarga kini membawa jenazah Petrus Rapang ke rumah duka untuk disemayamkan.








