Kabaristimewa.id Kutai Kartanegara – Penjualan baju muslim di kawasan depan Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong mengalami penurunan selama Ramadan tahun ini. Sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pembeli dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu pedagang, Ahmad, mengatakan kondisi penjualan tahun ini jauh menurun. Ia telah berjualan pakaian muslim setiap Ramadan di kawasan tersebut selama sekitar 15 tahun.
Menurut Ahmad, pada pertengahan Ramadan di tahun sebelumnya omzet harian bisa mencapai Rp4 juta hingga Rp6 juta. Namun pada Ramadan tahun ini, ia mengaku kesulitan mencapai Rp2 juta per hari.
Ia menilai penurunan pembeli dipengaruhi perubahan penataan lokasi pedagang di kawasan Tangga Arung Square. Saat ini pedagang pakaian ditempatkan terpisah dari pedagang takjil yang berada di area pasar Ramadan.
Kondisi tersebut membuat pengunjung yang datang untuk membeli makanan berbuka tidak sekaligus melihat lapak pakaian. Pada tahun sebelumnya, pedagang pakaian dan penjual takjil berada di satu lokasi sehingga lebih ramai pengunjung.
Ahmad menjual berbagai pakaian muslim yang sebagian besar didatangkan dari Jawa dan Banjar. Produk yang paling banyak dicari biasanya baju muslim dan songkok menjelang Idul Fitri.
Untuk harga, songkok dijual mulai Rp40 ribu hingga Rp70 ribu. Sementara baju muslim dipasarkan dengan harga sekitar Rp200 ribu hingga Rp400 ribu tergantung merek.
Selama Ramadan, Ahmad menyewa dua tenda lapak dengan biaya sekitar Rp4 juta hingga malam takbiran. Hingga pertengahan Ramadan tahun ini, omzet yang ia peroleh baru sekitar Rp20 juta, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang bisa mencapai Rp50 juta hingga Rp70 juta pada periode yang sama.
Meski penjualan menurun, ia tetap berharap jumlah pembeli meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.








