BNI Gandeng Pemda dan Tenaga Kesehatan Dorong Percepatan Penurunan Stunting di Bandung

admin

Kabaristimewa.id, Upaya mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Bandung terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Program Desa Sehat Bebas Stunting yang dijalankan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI di wilayah Kecamatan Pangalengan.

Program yang berlangsung di empat desa, yakni Sukamanah, Banjarsari, Wanasuka, dan Margamukti, difokuskan pada peningkatan kualitas gizi masyarakat serta edukasi kesehatan bagi kelompok yang rentan mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak dini melalui perhatian terhadap kesehatan ibu, anak, dan remaja. Karena itu, pencegahan stunting menjadi salah satu fokus yang mendapat perhatian khusus dalam program sosial perusahaan.

Baca juga  Jelang Hari Raya Kurban, Pertamina Siapkan Tambahan BBM dan Gas Elpiji

Menurutnya, intervensi yang dilakukan tidak hanya sebatas pemberian bantuan pangan, tetapi juga mencakup pendampingan kesehatan secara berkelanjutan agar manfaat yang diterima masyarakat dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut memberikan dukungan gizi kepada puluhan anak yang berisiko mengalami stunting melalui pemberian makanan tambahan secara rutin. Selain itu, bantuan nutrisi juga disalurkan kepada ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis guna mendukung kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan.

Baca juga  Harga Pangan Melewati HET, Pemerintah Siap Tindak Tegas Pengusaha Nakal

Perhatian juga diberikan kepada remaja putri melalui penyediaan suplemen dan edukasi kesehatan reproduksi. Langkah ini dinilai penting karena pencegahan stunting tidak hanya dilakukan saat anak lahir, tetapi harus dimulai sejak masa remaja sebagai calon ibu di masa depan.

Selama tiga bulan pelaksanaan program, peserta mendapatkan pemantauan dan pendampingan berkala dari tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi gizi dan kesehatan mereka mengalami perbaikan.

Pemilihan Kabupaten Bandung sebagai lokasi program didasarkan pada masih tingginya tantangan penanganan stunting di wilayah tersebut. Karena itu, penguatan edukasi keluarga, optimalisasi peran posyandu, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi menjadi bagian penting dari program yang dijalankan.

Baca juga  Inflasi Tahunan Kaltim Januari 2025 Turun Signifikan Menjadi 0,21 Persen

BNI menilai keberhasilan menurunkan angka stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Melalui berbagai program sosial yang dijalankan, BNI berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sekaligus membantu mewujudkan target Indonesia Emas 2045 melalui generasi yang tumbuh sehat dan berkualitas.

Berita-berita terbaru