Harga Minyak Dunia Rebound, Pasar Cermati Nasib Selat Hormuz

admin

Kabaristimewa.id, Harga minyak dunia kembali menguat setelah sempat mengalami tekanan tajam pada perdagangan sebelumnya. Pelaku pasar kini fokus mencermati perkembangan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Pada perdagangan Rabu (17/6), minyak mentah Brent naik 0,6 persen menjadi US$79,43 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat ke level US$76,53 per barel.

Kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan setelah harga minyak anjlok sekitar 5 persen pada sesi sebelumnya. Saat itu, pasar merespons optimisme bahwa kesepakatan antara Washington dan Teheran dapat memulihkan distribusi minyak global yang sempat terganggu.

Baca juga  Elon Musk Peringatkan, Pembayaran Bunga Utang AS Bisa Bawa Negara ke Kebangkrutan

Kepala Strategi Nissan Securities Investment, Hiroyuki Kikukawa, mengatakan investor masih menunggu kepastian implementasi kesepakatan yang sedang dibahas kedua negara. Menurutnya, pasar memilih bersikap hati-hati sambil menanti rincian lebih lanjut mengenai pembukaan Selat Hormuz.

Jalur laut tersebut memiliki peran penting dalam perdagangan energi dunia karena menjadi lintasan utama pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara.

Dalam perkembangan terbaru, pemerintah Amerika Serikat menyatakan kesepakatan yang tengah dirancang akan membatasi program nuklir Iran. Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran disebut berpeluang kembali meningkatkan ekspor minyak setelah penandatanganan resmi dilakukan.

Baca juga  Cabai Rawit di Balikpapan Capai Rp80.000 per kg, Dinas Perdagangan Antisipasi Kelangkaan

Kesepakatan itu juga dikabarkan membuka peluang pencabutan sejumlah pembatasan terhadap pelabuhan Iran serta mengaktifkan kembali lalu lintas kapal tanker minyak yang selama ini terdampak konflik.

Meski demikian, sejumlah pelaku industri menilai pemulihan produksi dan distribusi energi tidak akan berlangsung instan. Dibutuhkan waktu cukup panjang untuk mengembalikan kapasitas produksi ke kondisi sebelum konflik terjadi.

Di sisi lain, pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Sikap Israel yang belum sepenuhnya mendukung kesepakatan terbaru menimbulkan kekhawatiran bahwa stabilitas kawasan belum benar-benar terjamin.

Baca juga  Rupiah Diprediksi Menguat Didukung Optimisme Perundingan Dagang China-AS

Faktor lain yang turut memengaruhi pasar adalah data persediaan minyak Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan signifikan. Berkurangnya stok minyak mentah mengindikasikan permintaan yang masih kuat dan turut menopang harga di pasar global.

Dengan berbagai sentimen yang berkembang, pergerakan harga minyak dalam beberapa pekan ke depan diperkirakan masih akan berfluktuasi. Kepastian pembukaan Selat Hormuz dan perkembangan hubungan Amerika Serikat dengan Iran menjadi faktor utama yang akan menentukan arah pasar energi dunia selanjutnya.

Berita-berita terbaru