Kabaristimewa.id, Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan peluncuran sistem digital baru untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Platform tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengakses informasi terkait pelaksanaan program secara lebih mudah, transparan, dan terintegrasi.
Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan bahwa sistem baru itu ditargetkan mulai diperkenalkan kepada publik dalam waktu sekitar satu hingga dua pekan ke depan. Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterbukaan informasi mengenai penyelenggaraan MBG di berbagai daerah.
Menjelang peluncuran sistem, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mulai memperkenalkan menu harian yang disajikan kepada penerima manfaat. Tidak hanya menampilkan jenis makanan, setiap menu juga dilengkapi informasi kandungan gizi, seperti jumlah energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat.
Beberapa SPPG di berbagai wilayah menghadirkan menu yang disesuaikan dengan bahan pangan lokal. Di Lamongan, misalnya, penerima manfaat memperoleh menu bakso sapi, lontong, tahu kukus, bihun, sawi rebus, dan semangka. Sementara di Jambi tersedia rendang daging, tempe mendoan, sayuran rebus, nasi putih, serta buah semangka.
Di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menu yang disiapkan meliputi ayam goreng kremes, tempe orek, tumis wortel dan jagung, nasi gurih, serta pisang. Adapun di Bengkulu Selatan, menu terdiri atas ikan nila, tumis sayuran, tempe bacem, nasi putih, dan buah salak.
Berbeda dengan daerah lainnya, SPPG di Purwakarta menghadirkan variasi menu bernuansa kuliner Korea, seperti Korean rose chicken popcorn, gochujang veggie, jumeokbap, edamame, dan semangka. Seluruh menu tetap disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi sesuai kelompok usia penerima manfaat.
BGN menegaskan bahwa penyajian informasi kandungan gizi merupakan bagian dari upaya meningkatkan transparansi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang.
Melalui sistem digital yang segera diluncurkan, pemerintah berharap masyarakat dapat memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara lebih terbuka, termasuk informasi mengenai menu harian, nilai gizi, serta perkembangan layanan di setiap SPPG di berbagai wilayah Indonesia.








