Kabaristimewa.id, Pemerintah melihat peluang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dalam beberapa waktu ke depan seiring membaiknya situasi geopolitik global yang selama ini memengaruhi pasar energi internasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa stabilitas hubungan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi menekan harga minyak mentah dunia. Jika tren tersebut berlanjut, harga sejumlah BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, berpeluang mengalami penyesuaian ke level yang lebih rendah.
Menurut Purbaya, tingginya harga minyak global dalam beberapa bulan terakhir menjadi tantangan bagi perekonomian nasional. Kenaikan biaya energi berdampak pada berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga biaya produksi yang pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat.
Karena itu, pemerintah terus memantau perkembangan pasar energi internasional untuk memastikan dampaknya terhadap ekonomi domestik dapat dikelola dengan baik.
Ia menilai kondisi global saat ini menunjukkan sinyal yang lebih positif dibandingkan beberapa waktu lalu ketika ketegangan geopolitik memicu lonjakan harga minyak. Dengan berkurangnya tekanan tersebut, ruang pemulihan ekonomi nasional dinilai semakin terbuka.
Purbaya juga menegaskan bahwa stabilitas harga energi memiliki peran penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penurunan harga BBM nonsubsidi dapat membantu mengurangi beban masyarakat sekaligus mendukung aktivitas dunia usaha.
Selain itu, biaya operasional di berbagai sektor diperkirakan akan lebih terkendali apabila harga energi global terus bergerak turun. Kondisi tersebut berpotensi memberikan efek berantai terhadap peningkatan konsumsi dan investasi.
Pemerintah berharap tren positif di pasar energi internasional dapat terus berlanjut sehingga fondasi ekonomi nasional menjadi lebih kuat pada paruh kedua tahun 2026.
Meski demikian, keputusan penyesuaian harga BBM tetap akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi fiskal dan ekonomi nasional secara keseluruhan.








