Pemerintah Evaluasi Sasaran MBG, Prabowo Minta Bantuan Difokuskan untuk Kelompok Rentan

admin

Kabaristimewa.id, Pemerintah akan melakukan penataan ulang sasaran penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar manfaatnya lebih tepat sasaran. Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama kelompok berpenghasilan rendah dan wilayah dengan tingkat kerentanan gizi yang tinggi.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, mengatakan evaluasi penerima manfaat menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam beberapa pekan ke depan. Langkah tersebut bertujuan memastikan anggaran program digunakan secara efektif untuk menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.

Baca juga  Pasca Demo Ricuh, Pemerintah Fokus Perbaikan Fasilitas Pendidikan Papua

Menurut Agustina, prioritas akan diberikan kepada masyarakat yang berada pada kelompok ekonomi terbawah, termasuk daerah tertinggal dan wilayah yang masih memiliki prevalensi stunting tinggi. Sementara itu, kelompok yang dinilai telah memiliki kemampuan ekonomi lebih baik akan menjadi bagian dari proses evaluasi penerima manfaat.

Meski demikian, pemerintah juga mempertimbangkan berbagai kondisi yang terjadi di lapangan. Salah satunya adalah keberagaman latar belakang ekonomi siswa dalam satu sekolah yang sama, yang dinilai memerlukan pendekatan kebijakan secara hati-hati.

Baca juga  Pramono Anung Sebut Ada Faktor Tertentu yang Membuat Ridwan Kamil Batal Menggugat Pilkada

Agustina menjelaskan bahwa aspek psikologis anak turut menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan. Pemerintah ingin menghindari situasi yang berpotensi menimbulkan perbedaan perlakuan di lingkungan sekolah apabila sebagian siswa menerima program, sementara yang lain tidak.

Karena itu, Presiden meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan kajian secara menyeluruh sebelum menetapkan perubahan mekanisme maupun sasaran penerima MBG. Setiap keputusan diharapkan didasarkan pada data yang akurat serta mempertimbangkan dampak sosial di masyarakat.

Baca juga  Lebaran 2025: Stimulus Ekonomi Pemerintah Termasuk Diskon Tiket dan Tarif Tol

Pemerintah menargetkan proses evaluasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan. Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar penyempurnaan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu memberikan manfaat optimal dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Berita-berita terbaru