Kabaristimewa.id, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur terus mendorong penguatan hilirisasi sektor perikanan guna meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperluas akses pasar hingga tingkat internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan produksi, peningkatan kualitas usaha, serta pengembangan infrastruktur pendukung.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Irhan Hukmaidy, mengatakan hilirisasi menjadi salah satu strategi utama untuk memperkuat daya saing komoditas perikanan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan pembudidaya.
Tahap pertama difokuskan pada sektor produksi dengan penerapan standar budidaya yang baik guna menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan. Pemerintah juga mengembangkan kawasan budidaya berbasis komoditas unggulan di sejumlah daerah, seperti kerapu di Berau, serta nila dan patin di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.
Selain penguatan produksi, DKP Kaltim terus meningkatkan kapasitas kelompok pembudidaya ikan melalui pelatihan teknis dan pendampingan usaha. Program ini bertujuan mendorong pelaku budidaya menerapkan sistem yang lebih modern dan produktif agar mampu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.
Di sektor pengolahan, pemerintah daerah membantu pelaku usaha memperoleh Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Sertifikasi tersebut menjadi salah satu syarat penting agar produk perikanan lokal dapat masuk ke jaringan pasar modern maupun pasar ekspor.
Strategi berikutnya adalah penguatan infrastruktur logistik. DKP Kaltim mengembangkan fasilitas rantai dingin seperti pabrik es dan ruang penyimpanan beku untuk menjaga kualitas produk sejak proses panen hingga distribusi ke konsumen.
Salah satu komoditas yang saat ini menjadi andalan ekspor adalah udang windu organik. Produk tersebut memiliki nilai jual tinggi karena dibudidayakan secara alami dan mendapat permintaan yang cukup besar dari pasar luar negeri.
Untuk menjaga produktivitas sektor perikanan, DKP Kaltim juga melakukan pengawasan terhadap potensi serangan penyakit pada komoditas unggulan serta menyalurkan bantuan benih berkualitas kepada kelompok pembudidaya.
Di sisi lain, upaya pemulihan produksi rumput laut turut menjadi perhatian. Pemerintah menggandeng Universitas Mulawarman dan menghadirkan bibit unggul guna meningkatkan hasil budidaya yang sempat mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap sektor perikanan Kalimantan Timur tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi juga mampu menciptakan produk bernilai tinggi yang berdaya saing di pasar nasional maupun global.








