Kabaristimewa.id Semarang – Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah mengimbau masyarakat memperhatikan cara penyimpanan daging kurban agar kualitas dan kandungan nutrisinya tetap terjaga setelah Iduladha.
Dilansir dari Kompas.com, Medik Veteriner Madya Distanak Jateng, Anang Yusuf, mengatakan daging sebaiknya dipotong dalam ukuran kecil sesuai kebutuhan sekali masak sebelum dimasukkan ke freezer.
“Kami sarankan masyarakat membagi daging menjadi potongan-potongan kecil sesuai sekali masak. Jadi tidak perlu keluar masuk freezer terus,” ujar Anang, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, kebiasaan menyimpan daging dalam potongan besar dapat menurunkan kualitas karena proses pencairan atau thawing dilakukan berulang kali saat daging dikeluarkan dari freezer.
Ia menjelaskan proses thawing berulang berpotensi mengurangi kandungan nutrisi pada daging. Karena itu, masyarakat disarankan menyimpan daging dalam beberapa kemasan kecil agar lebih praktis saat digunakan.
Anang juga menegaskan daging segar yang bersih tidak perlu dicuci sebelum disimpan di lemari pendingin. Daging hanya perlu dicuci apabila terkena kotoran atau jatuh ke tanah.
“Kalau daging dalam kondisi normal dan bersih tidak perlu dicuci. Kecuali jatuh ke tanah atau terkena kotoran,” tuturnya.
Selain itu, panitia kurban diminta memisahkan kemasan antara daging, jeroan merah, dan jeroan hijau demi menjaga kebersihan dan higienitas distribusi.
Sementara itu, Pokja Kesehatan Masyarakat Veteriner Distanak Jateng, Diana Dwi Ariantie, mengatakan penyembelihan hewan kurban idealnya dilakukan di rumah potong hewan ruminansia atau RPH-R.
Namun, penyembelihan di masjid maupun balai desa tetap diperbolehkan selama memenuhi standar kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan.
Diana menjelaskan jeroan merah seperti hati, paru, limpa, dan ginjal harus dipisahkan dari jeroan hijau seperti usus dan lambung karena memiliki risiko membawa bakteri lebih tinggi.
Ia juga mengimbau penggunaan wadah food grade seperti plastik bening atau besek saat pengemasan daging kurban. Daging sapi dan kambing juga disarankan tidak dicampur dalam satu kemasan.
Menurut Diana, distribusi daging kurban kepada masyarakat sebaiknya dilakukan maksimal empat hingga lima jam setelah penyembelihan agar kualitas daging tetap baik dan tidak cepat rusak akibat pertumbuhan bakteri.
Untuk penyimpanan, masyarakat disarankan cukup mengelap daging hingga kering sebelum dibekukan. Jika ingin dimasak keesokan hari, daging beku sebaiknya dipindahkan terlebih dahulu ke bagian bawah kulkas agar proses pencairan berlangsung lebih aman.
Sumber: Kompas.com








