Pemerintah Kaji Opsi Empat Hari Kerja Demi Hemat BBM

admin

Kabaristimewa.id Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka kemungkinan penerapan sistem empat hari kerja sebagai salah satu langkah efisiensi bahan bakar minyak di tengah ketidakpastian global akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dilansir dari CNN Indonesia, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan opsi tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah. Menurutnya, berbagai alternatif sedang dipertimbangkan untuk menghadapi situasi global yang tidak stabil.

Baca juga  Diseminasi Program JAPFA for Kids 2025 Digelar di Kukar, Dorong Perbaikan Gizi Anak Sekolah Dasar

Bahlil menyampaikan pemerintah saat ini fokus mencari langkah yang dapat menekan konsumsi energi, khususnya bahan bakar minyak, agar tetap terkendali.

Ia menegaskan bahwa kebijakan yang diambil nantinya akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan publik.

Langkah serupa sebelumnya telah diterapkan Filipina yang memberlakukan sistem empat hari kerja di kantor pemerintah. Kebijakan itu diambil sebagai respons terhadap dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah.

Baca juga  Kebakaran di Sangasanga Dalam, Satu Rumah Rata dengan Tanah

Presiden Filipina Ferdinand Bongbong Marcos Jr. menyatakan negaranya terdampak secara tidak langsung oleh konflik tersebut, sehingga pemerintah perlu mengambil langkah untuk melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi.

Kebijakan empat hari kerja di Filipina mulai berlaku pada Senin 9 Maret dan diterapkan pada instansi pemerintah. Namun aturan tersebut tidak berlaku bagi sektor layanan publik seperti kepolisian dan pemadam kebakaran.

Baca juga  Bupati Kukar Pastikan Salat Id Siap, Takbiran Tenggarong Meriah

Lonjakan harga bahan bakar di Filipina dipicu penutupan Selat Hormuz oleh Iran sejak awal Maret. Jalur pelayaran strategis itu merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia, sehingga penutupannya memicu kekhawatiran kenaikan harga energi global.

Sumber: CNN Indonesia

Berita-berita terbaru