UMKM Go Digital, Kukar Makin Eksis: Dispar Dorong Branding Daerah Lewat Ekonomi Kreatif

admin


Kutai Kartanegara – Era digital tidak hanya mengubah cara orang berbelanja, tetapi juga cara daerah menampilkan identitas dan potensi uniknya. Di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Pariwisata (Dispar) melihat peluang besar: mendorong UMKM masuk ke platform digital bukan sekadar untuk berdagang, tetapi juga sebagai sarana branding daerah.

Kepala Bidang Peningkatan SDM dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, menjelaskan bahwa setiap produk UMKM pada dasarnya membawa cerita lokal. Ketika produk itu dipasarkan secara digital, maka yang ikut terangkat bukan hanya usahanya, tetapi juga citra Kukar di mata publik luas.
“Setiap kali konsumen membeli kerajinan tangan, kuliner khas, atau produk kreatif dari UMKM Kukar, sebenarnya mereka juga sedang mengenal budaya dan identitas daerah ini. Digitalisasi membuat jangkauan ceritanya lebih luas,” ungkap Antoni, Rabu (14/05).

Menurut Antoni, produk UMKM adalah wajah Kukar. Misalnya, tenun khas Kutai, makanan tradisional, atau kerajinan berbahan dasar lokal. Jika produk-produk ini dipromosikan lewat marketplace atau media sosial, maka nama Kukar otomatis ikut dikenal.
“Produk lokal itu ibarat duta kecil. Semakin banyak yang terjual secara online, semakin luas juga orang mengenal Kukar,” katanya.

Dispar menekankan bahwa media sosial bukan hanya ruang promosi dagangan, tetapi juga panggung branding daerah.
“Bayangkan satu konten video singkat tentang jajanan tradisional Kukar yang viral di TikTok. Dampaknya bukan hanya pada penjualan, tapi juga minat orang untuk datang langsung ke Kukar dan mencoba pengalaman kulinernya,” jelas Antoni.
Dengan pendekatan ini, UMKM tidak hanya mengejar omzet, tetapi juga ikut berperan dalam membangun citra Kukar sebagai daerah dengan kekayaan kuliner, kerajinan, dan kreativitas.

Baca juga  Bendungan Marangkayu Capai 12,37 Juta Meter Per Kubik

Langkah Dispar Kukar juga diarahkan agar UMKM dan sektor pariwisata berjalan beriringan. Wisatawan yang datang ke Kukar tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga membawa pulang produk lokal sebagai oleh-oleh.
“Melalui promosi digital, wisatawan sudah bisa mengenal produk-produk khas Kukar sebelum mereka datang. Jadi saat berkunjung, mereka langsung tahu apa yang ingin dibeli,” kata Antoni.
Dengan demikian, digitalisasi UMKM juga berfungsi sebagai alat promosi pariwisata yang efektif.

Salah satu contoh sukses adalah produk kopi lokal asal Kecamatan Loa Kulu. Awalnya hanya dipasarkan secara tradisional, tetapi setelah mengikuti pelatihan digital marketing Dispar Kukar, produk tersebut mulai rutin dipasarkan melalui Instagram dan marketplace.
Kini, kopi khas Loa Kulu sudah dikirim ke luar daerah, bahkan menjadi oleh-oleh favorit wisatawan.
“Sekarang banyak pelanggan dari Balikpapan, Samarinda, bahkan Jakarta. Mereka bilang, kopi ini jadi pengingat pengalaman liburan di Kukar,” ujar pemilik usaha dengan bangga.

Baca juga  Kukar Siap Kerja: Inisiatif Pemkab Kukar Latih Ribuan Warga Menuju Pasar Global

Dispar Kukar memastikan bahwa program pelatihan UMKM tidak hanya fokus pada aspek teknis pemasaran, tetapi juga mengajarkan cara mengangkat identitas daerah dalam produk.
“Kami mendorong pelaku usaha untuk tidak sekadar menjual barang, tetapi juga bercerita. Mulai dari kemasan yang mencantumkan nama Kukar, hingga narasi di media sosial yang menonjolkan kekayaan budaya daerah,” jelas Antoni.
Strategi ini membuat UMKM Kukar berbeda dari produk massal lain yang dijual secara online, karena ada nilai autentik dan lokal yang melekat.

Agar upaya branding ini berkelanjutan, Dispar Kukar juga membangun ekosistem digital berbasis komunitas. Salah satunya adalah dengan menghubungkan pelaku UMKM, influencer lokal, komunitas kreatif, dan sektor pariwisata.
“Kalau semua saling terhubung, dampaknya lebih besar. Influencer bisa bantu promosi, pelaku UMKM dapat pasar, dan wisata Kukar ikut terangkat,” papar Antoni.
Selain itu, Dispar juga terus mendorong penggunaan platform digital kolektif yang menampilkan katalog produk UMKM Kukar, sehingga lebih mudah dikenali oleh masyarakat luas.

Antoni menyebut, branding daerah melalui UMKM digital tidak akan berhasil tanpa dukungan pemerintah. Karena itu, Dispar Kukar secara aktif menyediakan:
Pelatihan konten kreatif agar UMKM mampu memasarkan produk dengan narasi visual yang menarik.

Baca juga  Kukar Tingkatkan Kualitas SDM Pariwisata Melalui Sertifikasi

Bantuan fasilitas seperti studio mini foto produk, tenda pameran, hingga booth promosi.

Pendampingan berkelanjutan agar UMKM tidak berhenti setelah pelatihan, tetapi terus aktif memasarkan diri secara digital.

Promosi kolaboratif lewat event daerah, pameran, hingga kampanye digital bersama.

Dengan strategi ini, Dispar Kukar menargetkan agar dalam beberapa tahun ke depan, Kukar tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan kekayaan alam, tetapi juga sebagai pusat kreatif digital.
“Kalau UMKM sudah kuat secara digital, otomatis nama Kukar ikut terangkat. Orang mengenal Kukar bukan hanya karena pariwisatanya, tetapi juga karena produk kreatifnya,” ujar Antoni penuh optimisme.

Transformasi digital UMKM di Kukar tidak hanya bicara soal omzet atau persaingan pasar, tetapi juga soal citra daerah. Setiap produk yang dijual online, setiap konten yang dibagikan di media sosial, adalah bagian dari cerita besar tentang Kukar yang kreatif, modern, dan membanggakan.
“Dengan UMKM digital, kita bukan hanya menjual produk, tapi juga menjual identitas daerah. Itulah nilai tambah yang membedakan Kukar,” tutup Antoni.

Berita-berita terbaru