Film Pendek Erau Disiapkan Jadi Sarana Promosi Budaya Kukar, Dispar Dorong Penayangan Luas

admin

Kabaristimewa.id – Kutai Kartanegara. Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara terus memantapkan pemanfaatan film pendek Erau sebagai sarana promosi budaya daerah. Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi penayangan film di Ruang Rapat Dispar Kukar, Rabu 28 Januari 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kukar Arianto menyampaikan bahwa film pendek Erau secara teknis telah rampung dan siap diputar. Film tersebut diproduksi sebagai upaya mengenalkan kekayaan budaya Kutai Kartanegara kepada publik yang lebih luas.

Arianto menyebutkan, untuk tahap awal, film dapat ditayangkan sesuai hasil produksi yang ada. Namun ia menekankan bahwa ke depan, penggarapan film bertema budaya perlu disusun lebih matang agar identitas wilayah dapat tampil lebih kuat.

Baca juga  Panen Padi Gogo Muara Jawa, Kukar Perkuat Dukungan Petani

Menurutnya, Kutai Kartanegara memiliki ragam dialek bahasa Kutai yang berbeda antara wilayah hulu, tengah, dan pesisir. Perbedaan tersebut dapat memperkaya cerita jika disesuaikan dengan latar wilayah dalam film.

Ia menilai penggunaan bahasa dan dialek yang tepat akan membuat alur cerita terasa lebih dekat dan meyakinkan bagi penonton. Pendekatan ini dinilai penting agar pesan budaya tersampaikan secara utuh.

Selain bahasa Kutai, Arianto juga membuka peluang penggunaan bahasa lain yang telah lama hidup di Kukar, seperti Banjar, Bugis, dan Jawa. Penggunaan bahasa tersebut dinilai sah selama sesuai dengan konteks cerita yang diangkat.

Baca juga  Festival Budaya Nusantara 2025 Kukar Resmi Dibuka, Kukar Jadi Pusat Perayaan Seni dan Keberagaman

Terkait distribusi, Arianto menegaskan bahwa film pendek Erau merupakan materi promosi nonkomersial. Karena itu, ia mendorong agar penayangannya tidak terbatas dan dapat menjangkau berbagai media, termasuk platform digital dan videotron.

Sementara itu, sutradara film pendek Erau Doni Satrio menjelaskan bahwa proses produksi telah mengikuti konsep yang disepakati sejak awal. Ia mengatakan perubahan besar saat ini tidak memungkinkan karena akan membutuhkan produksi ulang.

Baca juga  Warga Loa Kulu Kota Swadaya Perbaiki Jalan Demi Keselamatan

Doni menambahkan bahwa penyesuaian yang masih memungkinkan hanya bersifat minor, seperti penambahan subtitle untuk memperjelas dialog. Ia juga mengungkapkan anggaran produksi film mencapai sekitar Rp100 juta dengan waktu pengerjaan kurang lebih dua bulan.

Film pendek Erau direncanakan tayang terbatas pada awal Februari 2026 dan dijadwalkan disaksikan oleh Bupati Kutai Kartanegara serta Sultan Kutai. Untuk penayangan lebih luas kepada masyarakat, pihak produksi masih menunggu kebijakan resmi dari Dinas Pariwisata Kukar.

Berita-berita terbaru