Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong mewarnai Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Minggu (20/7/2025). Ratusan warga bersama pemerintah desa menggelar kegiatan gotong royong serentak yang dipusatkan di kawasan Danau Wisata Puncak Alam Biru, Jalan Jatah, Purwajaya.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Sekretariat Daerah Kabupaten Kukar mengenai Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-22 tingkat kabupaten. Tujuannya tidak hanya sebatas menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kepala Desa Purwajaya menjelaskan, lokasi Danau Puncak Alam Biru dipilih karena memiliki arti penting sebagai ikon wisata alam desa dan sekaligus kawasan yang perlu dijaga kelestariannya.
“Kami ingin menjadikan kegiatan ini bukan hanya rutinitas tahunan, tapi juga momentum untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap potensi wisata yang ada di desa kita,” ujarnya dalam sambutan.
Beragam elemen masyarakat ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Gapoktan, Ketua RT, ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), Dasawisma, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga Karang Taruna. Tak ketinggalan, sejumlah tamu penting turut hadir, di antaranya Kepala Desa Batuah, perwakilan Polres Kukar, Danramil Loa Janan, dan Anggota DPRD Kukar Hairendra, SE.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat. Sejak pagi, warga bersama aparat desa saling bahu membahu membersihkan area sekitar danau, memperbaiki jalur pejalan kaki, serta menata ulang area wisata agar tampak lebih rapi dan nyaman bagi pengunjung. Bahkan, beberapa kelompok masyarakat juga menanam tanaman hias dan pohon di sekitar kawasan sebagai bagian dari gerakan pelestarian lingkungan.
Kepala Desa Purwajaya menambahkan, semangat gotong royong yang terbangun dalam kegiatan ini adalah modal sosial penting bagi kemajuan desa.
“Kekuatan kita ada pada kebersamaan. Kalau semua kompak, apapun bisa dicapai baik itu menjaga lingkungan, mengembangkan pariwisata, maupun membangun ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berharap, kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin dan menjadi contoh bagi desa lain di Kukar dalam menumbuhkan partisipasi warga.
“Gotong royong adalah warisan budaya bangsa yang harus terus kita rawat. Dengan semangat ini, Desa Purwajaya akan semakin maju dan berdaya,” tutupnya.
Kegiatan gotong royong kemudian ditutup dengan ramah tamah sederhana di tepi danau. Warga tampak menikmati suasana akrab sambil berdiskusi tentang rencana pengembangan kawasan wisata Puncak Alam Biru ke depan. Melalui kegiatan ini, pemerintah desa berharap muncul kesadaran kolektif bahwa pelestarian lingkungan dan penguatan solidaritas sosial adalah fondasi utama dalam membangun masa depan Purwajaya yang berkelanjutan. (Adv/Dispar Kukar)








