Kabaristimewa.id – Tanpa disadari, plak lemak yang menumpuk di dinding arteri dapat menyumbat aliran darah ke otak. Proses ini lambat, namun bisa menyebabkan stroke fatal jika tidak ditangani sejak dini.
Penyumbatan pembuluh darah otak terutama terjadi di arteri karotis, pembuluh utama yang memasok darah ke otak dan kepala. Saat aliran darah terhambat, sel-sel otak kekurangan oksigen.
Banyak penderita tidak menunjukkan gejala apa pun di awal, hingga akhirnya mengalami stroke atau serangan iskemik sementara (TIA). TIA sering menjadi peringatan dini sebelum stroke sebenarnya terjadi.
Gejala stroke yang harus diwaspadai antara lain mati rasa mendadak, kehilangan kekuatan otot pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, pusing, dan gangguan penglihatan.
Orang-orang dengan tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, diabetes, dan kadar kolesterol tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami kondisi ini. Begitu pula mereka yang mengalami obesitas dan kurang aktivitas fisik.
Kondisi medis seperti sleep apnea juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap sumbatan arteri dan risiko stroke. Kombinasi dari gaya hidup dan faktor biologis mempercepat pembentukan plak.
Deteksi dan penanganan dini sangat penting. Jika gejala muncul meskipun hanya sesaat, masyarakat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok, merupakan kunci utama dalam mencegah penyumbatan pembuluh darah otak.
Sumber : https://www.kompas.com/tren/read/2025/05/05/084500865/7-tanda-penyumbatan-pembuluh-darah-di-otak-kenali-sebelum-terlambat
Penulis : Arnelya NL








