Distriknews.co – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kutai Kartanegara terus memperbarui data pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran sesuai arahan Bupati Kukar agar setiap OPD memiliki data faktual sebagai dasar perencanaan.
Kepala Bidang Pengembangan UMKM DiskopUKM Kukar, Santi Efendi, menyebutkan jumlah UMKM yang tercatat mencapai 40.776 pelaku usaha. Namun angka tersebut masih dalam tahap pengecekan karena tidak seluruhnya aktif menjalankan usaha setiap hari.
“Proses verifikasi masih berjalan. Kami ingin memastikan pelaku usaha yang benar-benar aktif. Sekitar 1.000 data sudah berhasil diperbarui,” kata Santi, Sabtu 14 Februari 2026.
Pendataan dilakukan dengan metode by name by address, mencantumkan nama dan alamat lengkap pelaku usaha. Sejak Juni 2025, tim turun langsung ke lapangan untuk menemui pelaku UMKM dan memasukkan data ke sistem secara langsung.
DiskopUKM Kukar juga berencana melengkapi basis data dengan informasi tambahan berupa besaran pendapatan untuk mengetahui skala usaha serta titik koordinat lokasi usaha. Data ini akan memudahkan pihak yang membutuhkan informasi untuk menemukan lokasi UMKM secara tepat.
Sebaran UMKM di 20 kecamatan di Kukar tercatat belum merata. Kecamatan Tenggarong menjadi wilayah dengan jumlah pelaku usaha terbanyak karena kepadatan penduduknya paling tinggi. Saat ini terdapat sekitar 4.300 UMKM di wilayah tersebut dan masih dalam proses validasi.
Dari sisi bidang usaha, sektor kuliner mendominasi, diikuti fashion, pertanian, dan industri rumahan. Pemerintah daerah menilai validasi ini penting untuk menentukan arah pelatihan, pembinaan, hingga penyaluran bantuan.
“Kami ingin seluruh program benar-benar menyasar pelaku usaha yang aktif. Data yang akurat menjadi dasar sebelum kebijakan dijalankan,” ujar Santi.








