Kematian Pasien di RSUD AWS Disorot, Evaluasi Menyeluruh Dilakukan Dinkes Kaltim

admin

Ilustrasi. Bunuh Diri

Kabaristimewa.id, Samarinda – Kematian seorang pasien yang diduga bunuh diri di ruang perawatan RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, pada akhir pekan lalu tengah dalam penelusuran pihak berwenang. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (6/7/2025), dan langsung dilaporkan oleh pihak rumah sakit ke Dinas Kesehatan Kalimantan Timur. Pasien diketahui merupakan warga lanjut usia yang sedang menjalani perawatan medis.

Kepala Dinkes Kaltim, dr. Jaya Mualimin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa laporan awal sudah diterima. Ia menyebut bahwa laporan lengkap secara tertulis dari RSUD AWS akan menjadi dasar evaluasi menyeluruh. “Kami sedang menunggu laporan tertulis dari pihak manajemen rumah sakit,” ujarnya kepada wartawan.

Baca juga  Kaltim Tekan Pengangguran Lewat Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja 2025

Menurut dr. Jaya, penyebab pasti dari kematian pasien belum dapat dipastikan hingga hasil laporan resmi keluar. Ia mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi dan tetap menunggu informasi yang akurat dari sumber resmi. “Tentu kita harus mencari apa penyebabnya,” jelasnya singkat.

Dari sisi teknis, keberadaan kamera pengawas di ruang rawat tempat pasien dirawat menjadi bagian dari evaluasi sistem keamanan rumah sakit. Hingga kini, belum ada informasi detail apakah ruang tersebut dilengkapi CCTV atau tidak. “Saya belum melihat ya, apakah ada atau tidak,” kata dr. Jaya.

Baca juga  Siswi SD Dikeroyok Brutal oleh Pelajar SMP di Samarinda, Polisi Turun Tangan

Insiden ini membuka diskusi publik tentang pentingnya pengawasan di ruang perawatan, khususnya bagi pasien yang mengalami kondisi medis berat. Dr. Jaya menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh, tidak hanya dalam aspek medis, tetapi juga psikologis. Ia mengatakan, beberapa pasien kronis rentan mengalami tekanan mental.

Dinkes juga menyelidiki apakah pasien tersebut tercatat sebagai peserta JKN atau BPJS Kesehatan. Status kepesertaan ini penting untuk memastikan hak pasien atas layanan yang layak telah terpenuhi. “Mudah-mudahan pakai BPJS ya, karena kanker kan juga dijamin,” ujar dr. Jaya dengan nada prihatin.

Baca juga  DPMPTSP Kaltim Dampingi Kementerian Investasi Lakukan Penyusunan Peta Peluang Investasi di IKN Nusantara

Pihaknya juga mengingatkan bahwa penyakit kronis seperti kanker kerap berkaitan dengan kondisi emosional pasien. Oleh karena itu, fasilitas kesehatan perlu menyediakan pendampingan mental yang memadai. “Perlu ada peran dukungan psikologis untuk pasien yang rentan,” tambahnya.

Dinkes Kaltim kini melakukan evaluasi terhadap RSUD AWS sebagai bagian dari langkah perbaikan sistem pelayanan kesehatan. Tujuannya adalah untuk mencegah kejadian serupa serta memastikan seluruh fasilitas kesehatan di daerah memiliki standar keselamatan yang optimal. RSUD AWS diharapkan terbuka dan kooperatif dalam proses klarifikasi ini.

Sumber : https://regional.kompas.com/read/2025/07/07/172136078/misteri-pasien-lansia-gantung-diri-di-rsud-aws-fungsi-cctv-dan-jaminan-bpjs
Penulis : Arnelya NL

Berita-berita terbaru

Tinggalkan komentar