Kabaristimewa.id, Samarinda – Rahmi Zahratunnisa, siswi MAN 2 Samarinda kelahiran 10 Oktober 2007 tengah bersiap untuk tampil dalam grand final Putri Muslimah Kalimantan Timur 2025. Ia adalah finalis terpilih dari proses seleksi ketat yang diikuti 50 pendaftar dari berbagai kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, hanya 14 peserta yang lolos ke tahap karantina.
Karantina dimulai sejak Senin (12/5), materi hari pertama mencakup public speaking, pariwisata, personal branding, serta kesehatan dan kecantikan. “Materi ini penting untuk membentuk karakter dan kesiapan para finalis,” kata Fahrizal Syam, Founder Ichal Management.
Berbagai pengalaman organisasi telah dijalani Rahmi sejak SMP hingga SMA. Ia pernah menjadi ketua OSIS, koordinator PMR, dan sekretaris syiar media di IRMA Masjid Jami’ Al Ma’ruf. Kemampuan manajerial dan kepemimpinannya terbentuk melalui berbagai peran tersebut.
Selain organisasi, Rahmi aktif dalam dunia seni budaya. Ia telah beberapa kali dipercaya membawakan tarian daerah pada berbagai acara resmi. Dalam ajang ini, ia juga membawakan tarian Mandau saat talent show yang berlangsung di Mall City Centrum pada Sabtu, 17 Mei 2025.
Rahmi tidak hanya dikenal sebagai siswi berprestasi, tapi juga sebagai atlet FOPI Kota Samarinda. Ia rutin mengikuti kejuaraan dan turut membawa nama baik kota di podium provinsi. Minatnya terhadap olahraga lainnya seperti bulutangkis, panahan, dan lari menjadi bagian dari kesehariannya.
Tidak hanya itu, Rahmi juga terampil dalam bidang desain grafis dan editing konten digital. Beberapa kali ia terlibat dalam pembuatan poster, video promosi, dan mengelola media sosial organisasi. Hal ini membuktikan kemampuannya dalam mengikuti perkembangan teknologi dan komunikasi.
Sebagai finalis, Rahmi juga mengikuti dua hari latihan koreografi bersama Coach Dolly dari SASH Kaltim sebagai persiapan tampil di malam puncak. Latihan ini penting untuk menunjang kepercayaan diri finalis di atas panggung.
Malam grand final akan digelar Jumat, 30 Mei 2025 di Lamin Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim. Ajang ini menjadi simbol bahwa perempuan berhijab juga mampu berprestasi di ruang publik. “Kami ingin menghapus stigma itu,” tegas Fahrizal dari Ichal Management.








