Plafon KKI Terbaik Disiapkan Tembus Rp500 Juta, Diskop UKM Kukar Pastikan Tanpa Bunga

admin

Kabaristimewa.id – Kutai Kartanegara. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik. Skema ini merupakan pengembangan dari Kredit Kukar Idaman dengan nilai pinjaman yang direncanakan jauh lebih besar.

Kepala Bidang Pengembangan UKM Diskop UKM Kukar Fathul Alamin mengatakan, perubahan utama terletak pada plafon kredit. Pada periode sebelumnya, pinjaman maksimal dibatasi hingga Rp50 juta.

Dalam rancangan KKI Terbaik, plafon pinjaman direncanakan meningkat hingga Rp500 juta. Meski nilai pinjaman naik signifikan, skema yang diterapkan tetap tanpa bunga bagi pelaku UMKM.

Baca juga  Tangga Arung Square Mulai Beri Dampak ke PAD Kukar, Bazar Ramadan Jadi Andalan

Fathul menjelaskan, saat ini dasar hukum KKI Terbaik masih dalam proses penyesuaian. Revisi dilakukan untuk mengakomodasi perubahan nominal pinjaman sekaligus menyesuaikan ketentuan tambahan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk kredit bernilai besar.

Sambil menunggu regulasi baru disahkan, program KKI lama dipastikan tetap berjalan. Pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan di bawah Rp50 juta masih dapat mengajukan pinjaman melalui Bank Kaltimtara sesuai prosedur yang berlaku.

Ia menegaskan, seluruh pengajuan tetap melalui mekanisme perbankan. Proses penilaian mencakup pemeriksaan riwayat kredit, kelayakan usaha, serta analisis kemampuan bayar calon debitur.

Baca juga  Kebakaran Rita Pasaraya Cilacap, Api Belum Sepenuhnya Padam

Menurut Fathul, keputusan pencairan sepenuhnya berada di tangan pihak bank. Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi hasil penilaian kredit.

Berdasarkan catatan Diskop UKM Kukar, hingga akhir 2025 sebanyak 1.853 UMKM telah memanfaatkan fasilitas KKI. Total nilai pembiayaan yang tersalurkan mencapai Rp38,5 miliar.

Namun, penyaluran kredit masih menghadapi kendala. Dari sisi perbankan, masalah utama berkaitan dengan kepatuhan pembayaran. Sementara dari sisi pelaku usaha, hambatan sering muncul akibat rendahnya literasi keuangan.

Fathul menyebut, banyak pengajuan gagal karena catatan kredit bermasalah di sistem OJK. Tunggakan kecil pada layanan paylater pun dapat memengaruhi hasil penilaian bank.

Baca juga  Pemprov Kaltim Terus Perjuangkan Formasi ASN untuk Guru Honorer di 2025

Selain itu, bank juga menyesuaikan besaran pinjaman dengan kebutuhan riil usaha. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas kredit dan mencegah risiko gagal bayar.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Diskop UKM Kukar rutin menggelar pelatihan dan sosialisasi literasi keuangan. Kegiatan ini bertujuan memberi pemahaman tentang proses perbankan serta pentingnya menjaga rekam jejak kredit.

Ia juga mengimbau pelaku UMKM lebih bijak menggunakan pinjaman daring dan layanan paylater. Riwayat kredit yang tercatat akan berdampak langsung pada akses pembiayaan perbankan di masa mendatang.

Berita-berita terbaru