Kabaristimewa.id, Pemerintah terus memperkuat pemanfaatan data kependudukan dan kewilayahan sebagai fondasi dalam mendukung pelayanan publik, pengambilan kebijakan, serta upaya menjaga keamanan nasional di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menilai era digital menuntut seluruh institusi pemerintah, termasuk aparat penegak hukum, untuk mengandalkan data yang akurat dan terintegrasi dalam setiap proses pengambilan keputusan. Menurutnya, pendekatan berbasis data menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.
Dalam sebuah seminar di lingkungan pendidikan kepolisian di Bandung Barat, Wiyagus menjelaskan bahwa perubahan geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, hingga kemajuan teknologi digital telah menciptakan pola ancaman baru yang memerlukan respons lebih cepat dan tepat.
Salah satu tantangan yang kini menjadi perhatian adalah meningkatnya aktivitas kejahatan di ruang siber. Berbagai bentuk pelanggaran hukum seperti penipuan daring, penyebaran informasi palsu, hingga tindak kejahatan lintas negara semakin memanfaatkan teknologi digital untuk menjalankan aksinya.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, pemerintah terus mengembangkan sistem data kependudukan yang terintegrasi dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai lembaga negara. Kehadiran data yang akurat dinilai mampu membantu proses identifikasi, verifikasi identitas, hingga mendukung penegakan hukum secara lebih efektif dan akuntabel.
Wiyagus menegaskan bahwa data kependudukan kini tidak hanya berfungsi sebagai alat administrasi, tetapi telah menjadi infrastruktur strategis yang mendukung berbagai layanan publik dan sistem keamanan nasional.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan data secara real time juga menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kemampuan aparat dalam mencegah maupun menangani potensi gangguan keamanan. Oleh karena itu, kolaborasi antarinstansi perlu terus diperkuat agar pertukaran data dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain memperkuat integrasi data, pemerintah juga terus mendorong percepatan transformasi digital melalui berbagai regulasi dan pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan publik sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Ke depan, pemanfaatan data yang terintegrasi dan didukung teknologi modern diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat kemampuan negara dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di era digital.








