Tak Hanya Bangun Rumah, Pemprov Kaltim Siapkan Sumur Bor untuk Cegah Kebakaran di Kukar

admin

kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana membangun kembali rumah layak huni bagi warga yang terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengatakan bahwa upaya pemulihan akan dilanjutkan setelah masa tanggap darurat berakhir. Pemerintah daerah akan membahas skema pembangunan permukiman agar warga dapat kembali menempati hunian yang layak.

Saat meninjau lokasi kebakaran dan dapur umum di Jalan AM Alimuddin, Kamis, Seno menyampaikan bahwa pembangunan kembali rumah warga akan dipertimbangkan melalui program rumah layak huni.

Dilansir dari Antara Kaltim, kebakaran yang terjadi pada Senin (5/10) sekitar pukul 16.30 WITA itu melanda kawasan padat penduduk dan menghanguskan sedikitnya 75 bangunan, termasuk rumah dan hunian sewaan. Peristiwa tersebut menyebabkan 67 kepala keluarga atau sekitar 207 jiwa kehilangan tempat tinggal, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 miliar.

Baca juga  Rendi Solihin dalam Safari Ramadhan: Jaga Persatuan dan Kebersamaan di Bulan Suci

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dua orang, yakni seorang warga lanjut usia dan seorang relawan, sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat mengalami sesak napas setelah menghirup asap kebakaran.

Untuk sementara, para korban mengungsi di sejumlah lokasi, di antaranya posko darurat Masjid Muhammadiyah, gedung taman kanak-kanak, dan Balai Pertemuan Umum Kelurahan Melayu.

Dalam kunjungan tersebut, Seno Aji bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri turut menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga terdampak. Pemerintah provinsi dan kabupaten juga akan berkoordinasi untuk mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga.

Baca juga  Dukcapil Kukar Rampungkan Revisi Standar Pelayanan untuk Permudah Akses Publik

Selain menyediakan hunian, pemerintah turut merencanakan langkah pencegahan kebakaran dalam jangka panjang. Salah satu upaya yang disiapkan adalah pembangunan sejumlah sumur bor sebagai sumber pasokan air untuk hidran pemadam kebakaran, mengingat kawasan tersebut memiliki risiko kebakaran tinggi dan keterbatasan sumber air.

Seno menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pengungsian, meskipun nilainya belum dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan BPBD, Dinas Sosial, TNI/Polri, relawan, pelaku usaha, serta masyarakat yang bersama-sama membantu penanganan darurat bagi para korban.

Baca juga  Tangga Arung Square Mulai Beri Dampak ke PAD Kukar, Bazar Ramadan Jadi Andalan

Adapun bantuan yang disalurkan berasal dari APBD dan APBN. Bantuan dari APBD meliputi kebutuhan pangan, pakaian, perlengkapan kebersihan, selimut, perlengkapan sekolah untuk 41 siswa, serta kebutuhan pengungsian bagi 70 kepala keluarga, seperti terpal, matras, bantal, dan peralatan dapur.

Sementara itu, bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN mencakup 140 unit kasur, 70 paket Kids Ware untuk kebutuhan anak, dan 70 paket Family Kit yang berisi perlengkapan kebutuhan keluarga.

Melalui koordinasi lintas pemerintah dan dukungan berbagai pihak, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan secara bertahap sehingga warga terdampak bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.

Sumber : Antara Kaltim

Berita-berita terbaru