Klinik Wirausaha Jadi Andalan, Kukar Ingin Pemuda Berani Buka Usaha

admin

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kabaristimewa.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mendorong perubahan orientasi ekonomi generasi muda. Tidak lagi sebatas mencari pekerjaan di perusahaan batu bara maupun perkebunan kelapa sawit, pemuda diharapkan mampu merintis usaha sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Pengembangan kewirausahaan menjadi salah satu fokus dalam program dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Pemerintah daerah berupaya memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk membangun usaha produktif dan memiliki kemandirian ekonomi.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan hal tersebut dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Halaman Kantor Bupati Kukar, Rabu (28/10/2026).

Aulia menilai, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan kemajuan daerah. Karena itu, berbagai kebijakan pembangunan perlu memberikan ruang bagi pemuda untuk berkembang dan berkontribusi secara langsung.

Sejumlah program yang disiapkan Pemkab Kukar dinilai memiliki keterkaitan dengan kebutuhan generasi muda. Di antaranya program 100 ribu petani, peternak dan nelayan tangguh, wirausaha mandiri, serta Beasiswa Kukar Idaman Terbaik.

Aulia menyebut, dari 17 program dedikasi pemerintah daerah, banyak yang diarahkan untuk mendukung aktivitas dan pengembangan potensi pemuda.

“Banyak program dedikasi yang menyasar kegiatan pemuda. Jika kita melihat keseluruhan 17 program tersebut, perhatian terhadap generasi muda cukup besar,” ujarnya.

Baca juga  Kebakaran di Tenggarong Tewaskan Mahasiswa Unikarta

Ia berharap pemuda tidak hanya menjadi pihak yang menikmati hasil pembangunan, melainkan ikut mengambil inisiatif dan menjadi penggerak ekonomi daerah.

Menurut Aulia, keterlibatan generasi muda sebagai pelaku pembangunan akan memberikan dampak lebih luas bagi masa depan Kukar.

“Pemuda Kukar harus mampu mengambil peran sebagai aktor utama dalam pembangunan daerah,” katanya.

Untuk mendukung harapan tersebut, Pemkab Kukar menyediakan Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) yang berada di bawah Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan fasilitas tersebut dirancang untuk membantu pemuda yang ingin memulai bisnis maupun mereka yang sudah memiliki usaha dan ingin mengembangkannya.

Pendampingan tidak hanya diberikan kepada calon pengusaha, tetapi juga pelaku usaha yang membutuhkan dukungan agar bisnisnya tetap berjalan dan semakin berkembang.

Aji Ali mengatakan, pembinaan dilakukan sejak tahap membangun motivasi berwirausaha hingga membantu pemuda mempertahankan usaha yang telah dirintis.

“Kami mendampingi pemuda sejak muncul keinginan untuk memulai usaha, membantu mereka yang baru merintis, hingga memberikan dukungan kepada pelaku usaha yang sudah berjalan,” jelasnya.

Baca juga  Upaya Bunda PAUD Kukar untuk Generasi Emas Bebas Stunting di Loa Kulu

Dalam pelaksanaannya, Klinik WPM melibatkan praktisi kewirausahaan serta tenaga pendidik yang memiliki keahlian di bidang ekonomi dan manajemen.

Pemuda juga dibekali kemampuan digitalisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing usaha. Dengan pemanfaatan teknologi, pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan bisnis dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Aji Ali menegaskan, pendampingan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.

“Pemerintah berupaya menjaga keberlangsungan usaha sekaligus menumbuhkan semangat berwirausaha agar pemuda Kukar semakin mandiri,” katanya.

Selama ini, sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit masih menjadi salah satu pilihan pekerjaan bagi pemuda di Kukar. Namun, pemerintah ingin membuka lebih banyak alternatif melalui pengembangan usaha mandiri.

Aji Ali berharap pemuda mampu membangun usaha yang tidak hanya memberikan penghasilan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sekitar.

“Usaha yang dibangun pemuda diharapkan dapat memperkuat ekonomi keluarga dan berkembang hingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” ujarnya.

Selain mendorong kemandirian ekonomi, peringatan Hari Sumpah Pemuda juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kepedulian generasi muda terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

Baca juga  Dorong Pariwisata, Purwajaya Ungkap Danau Biru Puncak dan Fosil Pohon Raksasa

Aulia mengajak pemuda terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi tantangan di Kukar.

Ia menilai, peran pemuda diperlukan dalam upaya pencegahan maupun penanganan kebakaran. Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko karhutla.

Aulia mengungkapkan, pemerintah menerima laporan kebakaran besar di wilayah Kenohan pada malam sebelumnya dan saat itu proses penanganan tengah dilakukan.

“Karhutla masih menjadi persoalan yang harus kita hadapi. Kami menerima informasi kebakaran besar di Kenohan tadi malam dan terus memantau penanganannya,” ungkapnya.

Aulia meyakini, generasi muda memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan Kukar melalui kewirausahaan, kegiatan sosial, maupun upaya menjaga lingkungan.

Ia berharap semangat pemuda dapat terus diwujudkan dalam tindakan nyata demi kemajuan daerah.

“Harapan agar pemuda ikut membangun Kutai Kartanegara, baik saat ini maupun di masa depan, dapat kita wujudkan melalui kerja bersama,” pungkasnya.

Penulis: Prio Fuji Mustopa

Berita-berita terbaru

Tags