820 Laporan Non Kebakaran Ditangani Disdamkar Kukar dalam Empat Bulan

admin

Kabaristimewa.id Kutai Kartanegara – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kutai Kartanegara mencatat telah menangani 820 laporan penyelamatan non kebakaran sepanjang Januari hingga April 2026. Laporan yang diterima petugas beragam, mulai dari evakuasi hewan liar hingga permintaan bantuan unik dari masyarakat.

Kepala Disdamkar Matan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan tingginya laporan tersebut menunjukkan peran petugas pemadam kini semakin luas dan tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran.

“Total ada 820 penyelamatan non kebakaran yang kita tangani sejak Januari hingga April ini,” kata Fida, Kamis (21/5/2026).

Baca juga  Menteri Pariwisata Apresiasi Erau 2025 sebagai Identitas Bangsa

Ia menjelaskan, laporan yang paling sering diterima di antaranya evakuasi ular masuk rumah, penanganan sarang tawon, mengambil telepon genggam yang jatuh ke sungai, hingga mengevakuasi kucing yang terjebak di plafon rumah warga.

Selain laporan umum, petugas juga menerima sejumlah permintaan bantuan yang dinilai cukup unik. Salah satunya permintaan warga untuk menangkap bebek peliharaan yang lepas.

Petugas juga pernah menerima laporan kehilangan cincin emas. Namun proses pencarian terkendala karena pemilik tidak mengetahui lokasi pasti benda tersebut hilang.

Baca juga  Damkar Samboja Pesisir Berhasil Buka Mobil Terkunci Tanpa Kerusakan

“Ada laporan minta bantuan cari cincin hilang, tapi pemiliknya tidak tahu pasti jatuh di mana. Itu cukup menyulitkan petugas karena minim petunjuk,” ujarnya.

Meski terdapat laporan yang dianggap tidak biasa, Disdamkar Matan Kukar tetap merespons setiap aduan masyarakat selama masih memungkinkan untuk ditindaklanjuti di lapangan.

“Semua laporan tetap kami respons dengan melihat kondisi dan tingkat urgensinya terlebih dahulu,” tambahnya.

Baca juga  Pemerintah Desa Diminta Maksimalkan Kewenangan untuk Penguatan Pendidikan

Fida menyebut peningkatan laporan non kebakaran terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, masyarakat kini mulai memahami fungsi Disdamkar tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan berbagai aksi penyelamatan lainnya.

Ia memastikan seluruh personel Disdamkar Matan Kukar tetap bersiaga selama 24 jam untuk melayani masyarakat dalam kondisi darurat.

“Kami siap siaga 24 jam untuk membantu masyarakat, baik penanganan kebakaran maupun penyelamatan lainnya,” tegasnya.

Berita-berita terbaru