Kabaristimewa.id Tenggarong – Suasana khidmat menyelimuti Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara saat digelarnya Hari Kasih Selamat memperingati ulang tahun ke-75 Sri Paduka Ayahanda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Drs. H. Aji Muhammad Arifin, M.Si, pada Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran Kesultanan dalam merawat adat, moral, serta keharmonisan masyarakat Kutai Kartanegara.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyatakan bahwa Kesultanan Kutai Kartanegara memiliki peran nyata dalam kehidupan sosial masyarakat, bukan sekadar sebagai simbol budaya. Menurutnya, Kesultanan menjadi benteng nilai dan marwah daerah yang terus relevan hingga saat ini.
“Peringatan hari ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga wujud rasa syukur atas usia ke-75 Ayahanda Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21,” ujar Aulia dalam sambutannya.
Ia menambahkan, masyarakat Kutai Kartanegara dikenal menjunjung tinggi adat istiadat dan kearifan lokal. Oleh sebab itu, keberadaan Kesultanan dinilai sangat strategis dalam menjaga etika, budaya, serta keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
Aulia menegaskan bahwa peran Kesultanan juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam mendukung stabilitas sosial dan roda perekonomian daerah. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendoakan Sultan agar senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, serta kebijaksanaan dalam memimpin sebagai pemangku adat.
“Semoga Ayahanda Sultan selalu diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjaga nilai adat, moral, dan etika di Kutai Kartanegara,” ungkapnya.
Ucapan selamat dan dukungan juga disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk terus mendukung eksistensi dan peran Kesultanan Kutai Kartanegara dalam pelestarian budaya daerah.
Seno berharap Sultan dapat terus memberikan kontribusi positif, tidak hanya bagi masyarakat Kutai Kartanegara, tetapi juga bagi Kalimantan Timur secara luas. Pemerintah Provinsi, katanya, siap mendukung berbagai upaya pelestarian seni dan budaya yang dijalankan Kesultanan.
Dalam kesempatan tersebut, Seno Aji turut menyinggung rencana pembangunan Jembatan Tenggarong Seberang yang masih berada pada tahap perencanaan. Ia menjelaskan bahwa proses awal pengecekan telah dilakukan, sementara pembiayaan akan ditetapkan setelah perencanaan selesai, dengan opsi pendanaan dari APBD Kaltim, APBN, maupun dukungan kawasan IKN.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin menyebut Sultan sebagai sosok pemersatu dan panutan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menilai keteladanan Sultan menjadi inspirasi dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Kutai Kartanegara.
Rendi berharap Sultan Kutai Kartanegara terus menjadi sumber cahaya dan keberkahan, tidak hanya bagi keluarga Kesultanan, tetapi juga bagi masyarakat Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur secara keseluruhan.








