Kabaristimewa.id, Kutai Kartanegara – Peran organisasi kepemudaan kembali disorot DPRD Kutai Kartanegara sebagai salah satu kunci pembentukan kualitas generasi muda di era globalisasi. Pandangan tersebut diutarakan Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Muhammad Andi Faisal, ketika menghadiri sebuah diskusi publik yang digelar kalangan pemuda. Ia menilai ruang seperti ini sangat menentukan arah pemikiran anak muda.
Dalam kesempatan itu, apresiasi disampaikan Andi Faisal untuk keterlibatan aktif pemuda dalam forum-forum dialog yang dinilainya penting bagi pembangunan daerah. Ia berharap dinamika diskusi seperti yang berlangsung kali ini dapat terjadwal secara rutin. Menurutnya, kegiatan yang berkesinambungan akan jauh lebih efektif mengarahkan pola pikir generasi muda.
Ia menegaskan bahwa sebuah forum tidak semestinya berhenti di tingkat gagasan semata. Andi Faisal mengatakan, “Diskusi ini harusnya berkelanjutan. Nanti kita lebih spesifik lagi supaya kita punya arah.” Ia menilai pembahasan yang semakin fokus dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan, terutama terkait peningkatan SDM.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak lagi terjebak pada ungkapan-ungkapan lama yang dinilai tidak produktif. Sebab menurutnya, pola pikir tersebut justru menahan pembaruan. Ia dengan tegas menyampaikan, “Tinggalkan bahasa-bahasa itu. Kita pikirkan bagaimana merubah pendidikan dan SDM kita menjadi lebih baik.”
Lebih jauh, ia menilai kukarnya membutuhkan generasi muda yang benar-benar siap menghadapi laju perubahan global. Perubahan ekonomi dunia, kemajuan teknologi, hingga dinamika geopolitik internasional disebutnya sebagai tantangan yang tidak bisa dihindari. Karena itu, ia menekankan pentingnya pembangunan SDM yang berorientasi pada persaingan global.
Dalam penjelasannya, kesiapan SDM ia sebut sebagai fondasi utama bagi masyarakat untuk mampu beradaptasi. Ia menilai kualitas manusia menentukan kemampuan daerah bertahan menghadapi arus perubahan besar. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya investasi berkelanjutan pada pengembangan kapasitas anak muda.
Ia kemudian menutup penyampaiannya dengan optimisme. Menurut Andi Faisal, kualitas SDM yang memadai akan menjadi kekuatan utama masyarakat menghadapi situasi apa pun di masa mendatang. “Kalau SDM kita sudah siap, insya Allah kita akan mampu menghadapi apa pun,” ujarnya.
Dengan demikian, DPRD Kukar menilai forum diskusi publik pemuda bukan hanya ruang bertukar pikiran, tetapi juga sarana untuk membangun arah pembangunan daerah. Melalui kesinambungan kegiatan, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi muda Kukar yang lebih adaptif dan kompetitif./(nsh)








