Kabaristimewa.id, Tenggarong – Program-program kepemudaan di Kutai Kartanegara dinilai perlu tetap berjalan meskipun kondisi keuangan daerah sedang mengalami tekanan. Pandangan tersebut disampaikan Ketua KNPI Kukar, Rian Tri Saputra, ketika menghadiri diskusi publik kepemudaan yang digelar organisasi itu. Ia menilai situasi fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan berhentinya aktivitas anak muda.
Dalam forum tersebut, Rian mengungkapkan bahwa Kukar kini menghadapi tantangan serius akibat menurunnya Dana Bagi Hasil (DBH). Selain itu, defisit anggaran juga ikut mempengaruhi ruang gerak organisasi kepemudaan. Karena itu, ia menilai perlu adanya solusi kolaboratif agar program yang sudah direncanakan tidak mandek.
Menurut Rian, sejumlah kegiatan pemuda berpotensi terhambat apabila tidak ada dukungan dari berbagai pihak. Ia menegaskan, “Program pemuda harus tetap berjalan meski anggaran daerah sedang ketat.” Situasi inilah yang ia sebut harus ditangani melalui kerja bersama, bukan dibiarkan menjadi hambatan.
Sebagai langkah yang dianggap strategis, KNPI kemudian mendorong partisipasi sektor swasta melalui pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR). Ia memandang kontribusi CSR tak selalu berbentuk dana tunai. Lebih penting menurutnya adalah bagaimana menyatukan program pemuda dengan apa yang dibutuhkan masyarakat di lapangan.
Rian juga menambahkan bahwa pihaknya tidak menginginkan bantuan berupa uang. Dalam penyampaiannya, ia mengatakan, “Kami tidak minta uang. Yang diinginkan adalah mengawinkan program kepemudaan dengan kebutuhan masyarakat.” Dengan demikian, kegiatan yang dijalankan pemuda diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi lingkungan sosial.
Selain mengajak swasta, KNPI juga menilai peran pemerintah daerah dan DPRD sangat penting dalam menjamin keberlanjutan kegiatan pemuda. Rian berharap komisi yang membidangi kepemudaan dapat duduk bersama untuk merumuskan fasilitasi yang lebih konkret. Ia menekankan bahwa pemuda kerap disebut sebagai masa depan bangsa, namun perhatian terhadap mereka masih belum optimal.
Diskusi publik ini diharapkan tidak berhenti pada tataran gagasan saja. Rian meminta agar setiap ide yang muncul segera diarahkan menjadi program nyata yang dapat dikerjakan bersama. Ia menyebut bahwa langkah cepat perlu diambil agar potensi anak muda tidak hilang hanya karena persoalan anggaran.
Dengan adanya kolaborasi dan keselarasan program, KNPI Kukar meyakini kegiatan kepemudaan tetap dapat berjalan meski kondisi fiskal daerah sedang berat. Organisasi tersebut menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan ruang gerak pemuda. Dukungan berbagai pihak menjadi faktor yang mereka nilai paling menentukan./(nsh)








