Waspada! Tradisi Mencium Balita Saat Lebaran Bisa Sebabkan Pneumonia

admin

Ilustrasi. Balita Pneumonia. (sumber : alodokter.com)

Kabaristimewa.id – Tradisi mencium balita saat Lebaran bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak. Kebiasaan ini berisiko menularkan penyakit berbahaya seperti pneumonia, yang dapat menyerang paru-paru dan saluran pernapasan balita. Anak-anak dengan daya tahan tubuh yang lemah sangat rentan mengalami komplikasi serius, bahkan berujung pada kematian.

Dokter spesialis anak, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), menegaskan bahwa pneumonia dapat ditularkan melalui kontak fisik, terutama dari orang dewasa yang sedang batuk atau pilek. Orang tua dan anggota keluarga lainnya diimbau untuk tidak mencium bayi atau balita jika sedang dalam kondisi tidak sehat. Pasalnya, patogen penyebab pneumonia dapat masuk ke tubuh anak melalui hidung atau saluran pernapasan.

Baca juga  Tanggapan Para Ahli dan Akademisi Soal Susu Ikan Program Gizi Kabinet Prabowo-Gibran

Peringatan mengenai bahaya pneumonia ini disampaikan dalam konteks perayaan Lebaran, di mana momen berkumpul keluarga sering kali melibatkan interaksi fisik dengan anak-anak. Baru-baru ini, kasus pneumonia akibat kebiasaan mencium balita menjadi viral di media sosial TikTok, sehingga menarik perhatian masyarakat luas.

Indonesia sendiri masih menghadapi angka kematian balita akibat pneumonia yang cukup tinggi. Berdasarkan data tahun 2017, pneumonia merupakan penyebab kematian balita terbesar kedua di Indonesia setelah persalinan prematur. Faktor risiko utamanya meliputi kurangnya ASI eksklusif, polusi udara, asap rokok, serta belum lengkapnya imunisasi pada anak.

Baca juga  Dugaan Korupsi Ganjar Pranowo dan eks Dirut Bank Jateng, KPK akan Selidiki kasus Gratifikasi dan Suap

Sebagai langkah pencegahan, orang tua disarankan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya pneumonia dan menjaga kebersihan lingkungan anak. Memberikan ASI eksklusif, memastikan imunisasi lengkap, serta menghindari paparan asap rokok dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh balita. Jika anak mengalami demam lebih dari tiga hari, napas cepat, atau sesak napas, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga  Kasus Penculikan Bilqis: Pelaku Mengaku Menjual Rp3 Juta

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan kasus pneumonia pada balita dapat terus berkurang. Momen Lebaran sebaiknya tetap menjadi ajang silaturahmi yang sehat, tanpa mengorbankan kesehatan anak-anak.

Sumber : https://health.kompas.com/read/25C23150412268/mencium-balita-saat-lebaran-waspadai-risiko-pneumonia-yang-mengancam
Penulis : Arnelya NL

Berita-berita terbaru

Tinggalkan komentar