Kabaristimewa.id, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa kejujuran merupakan prinsip utama dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat, mulai dari proses penjangkauan calon peserta didik hingga pengelolaan lembaga pendidikan tersebut.
Hal itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 7 Palembang, Minggu (28/6). Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi orang tua, calon siswa, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk melihat secara langsung proses pembelajaran yang telah berlangsung hampir satu tahun.
Menurut Gus Ipul, Program Sekolah Rakyat tidak menggunakan mekanisme pendaftaran terbuka. Calon peserta didik dipilih melalui proses penjangkauan terhadap keluarga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat.
Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi dari keluarga maupun integritas petugas lapangan menjadi faktor penting agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh anak-anak yang membutuhkan.
Selain proses seleksi, Gus Ipul juga mengingatkan seluruh pengelola Sekolah Rakyat agar menjaga transparansi dalam menjalankan program. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik korupsi, suap, maupun penyalahgunaan wewenang karena program tersebut dirancang untuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang selama ini belum memperoleh kesempatan yang sama.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan keberhasilan Sekolah Rakyat menunjukkan pentingnya data yang akurat dalam penyusunan kebijakan sosial. Menurutnya, pemanfaatan DTSEN membantu pemerintah menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas basis data nasional.
Saat ini, Sumatera Selatan memiliki lima Sekolah Rakyat rintisan. Salah satunya adalah SRMA 7 Palembang yang menampung 96 siswa, sementara sebanyak 60 calon siswa telah dipersiapkan untuk tahun ajaran baru melalui proses penjangkauan berbasis DTSEN.
Kunjungan Mensos turut diisi dengan penampilan para siswa, mulai dari pertunjukan seni tari, bela diri, paduan suara, hingga pidato dalam beberapa bahasa asing. Gus Ipul mengapresiasi perkembangan para siswa yang dinilainya menunjukkan perubahan positif baik dari sisi keterampilan maupun karakter.
Dalam sesi dialog, sejumlah orang tua juga menyampaikan pengalaman mereka setelah anak mengikuti Program Sekolah Rakyat. Mereka mengaku melihat perubahan pada kebiasaan belajar, kedisiplinan, serta sikap anak dalam kehidupan sehari-hari.
Gus Ipul berharap program tersebut dapat menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak. Menurutnya, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ataupun memasuki dunia kerja sesuai bakat dan kompetensi yang dimiliki.








