Kabaristimewa.id Kutai Kartanegara – Menjelang tradisi Kupatan pada 8 Syawal, pedagang ketupat mulai bermunculan di Tenggarong. Aktivitas ini terlihat di sejumlah titik, termasuk di kawasan Jalan Maduningrat.
Salah satu pedagang, Toha, mengatakan dirinya rutin berjualan ketupat setiap tahun setelah Lebaran. Ia memanfaatkan momen ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang merayakan Kupatan.
“Setiap tahun setelah Lebaran saya jual ketupat, biasanya juga sekalian lepet,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menjual ketupat dengan harga Rp10.000 per ikat berisi 10 buah. Selain itu, ia juga menyediakan lepet yang berbentuk lebih panjang.
Toha mulai berjualan sejak pukul 06.00 WITA hingga dagangannya habis. Ia menyebut aktivitas ini biasanya dimulai sejak Ramadan dan berlanjut beberapa hari setelah Lebaran.
“Biasanya sampai hari kedua atau ketiga setelah Lebaran, tergantung kondisi,” katanya.
Namun, untuk tahun ini, ia mengaku baru kembali berjualan setelah Lebaran. Ia belum dapat memastikan hasil penjualan pada hari pertama.
“Penjualan tidak menentu, kadang ramai, kadang sepi. Hari ini baru mulai lagi,” jelasnya.
Ia berencana tetap berjualan hingga beberapa hari ke depan selama bulan Syawal, terutama menjelang puncak Kupatan.
Tradisi Kupatan merupakan perayaan masyarakat Muslim pada hari kedelapan Syawal setelah menjalankan puasa sunnah enam hari. Ketupat menjadi hidangan utama yang disajikan bersama menu khas lainnya.
Munculnya pedagang ketupat di berbagai sudut kota menandakan tradisi ini mulai disambut masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga setempat.








