Kabaristimewa.id, Bontang – Muhammad Nur Akbar (15), seorang pelajar SMP asal Desa Santan Ulu, Kutai Kartanegara, dilaporkan tewas akibat serangan buaya saat memancing di Sungai Santan. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan sekitar sembilan jam setelah kejadian. Peristiwa tersebut terjadi Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 14.15 Wita.
Saat itu, Akbar bersama dua rekannya, Agung Bayu Setiawan (21) dan Didik (24), sedang memancing di tepi sungai. Menurut keterangan Kepala Desa Heri Budianto, “Katanya dia duduk di tepi sungai sambil merendamkan kaki ke air.” Dalam kondisi tidak waspada, seekor buaya tiba-tiba muncul.
Buaya tersebut langsung menyambar Akbar dan menyeretnya ke tengah sungai. Salah satu temannya sempat berusaha menahan tubuh Akbar, namun kekuatan buaya tidak tertandingi. “Rekannya sempat berusaha menarik baju Akbar, namun buaya itu terlalu kuat,” ujar Heri.
Sontak, warga yang mendengar teriakan minta tolong dari saksi segera berdatangan ke lokasi. Tim pencarian dari warga dan relawan dikerahkan dengan menggunakan perahu ketinting. Proses pencarian berlangsung hingga malam hari dengan penuh ketegangan.
Sekitar pukul 23.30 Wita, jasad Akbar ditemukan dalam keadaan mengambang. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal serangan. Kondisi tubuh korban masih utuh, namun terdapat luka parah akibat gigitan buaya.
“Utuh (tubuh), tapi ada luka gigitan di kaki dan paha kanan,” jelas Heri kepada wartawan. Penemuan ini mengakhiri pencarian yang penuh kecemasan. Keluarga korban pun langsung diberikan pendampingan oleh pihak desa dan warga.
Kapolsek Marangkayu, Iptu Risal, turut mengonfirmasi kejadian ini dan mengimbau warga agar lebih waspada. “Warga kami imbau tidak memancing atau bermain di tepian sungai, terutama sore hari,” ucapnya. Ia menegaskan Sungai Santan merupakan habitat buaya yang harus diwaspadai.
Sumber : https://kaltim.tribunnews.com/2025/07/09/kronologi-pelajar-smp-tewas-diterkam-buaya-saat-memancing-di-sungai-santan
Penulis : Arnelya NL








