Kutai Kartanegara – Tiga desa wisata baru di Kukar kini diarahkan bukan hanya untuk mendatangkan wisatawan, tapi juga sebagai ruang belajar generasi muda. Lewat program kolaborasi dengan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), mahasiswa pariwisata ikut mendampingi warga desa dalam pengembangan wisata.
“Anak muda harus jadi ujung tombak. Karena pariwisata butuh energi, kreativitas, dan inovasi,” kata Ridha Fatrianta.
Mahasiswa Polnes yang berasal dari Kukar diberikan beasiswa dan tugas kembali ke desa setelah lulus. Mereka akan membantu Pokdarwis menyusun paket wisata, mengelola homestay, hingga menggarap promosi digital.
Desa wisata juga menjadi laboratorium pendidikan. Warga belajar manajemen usaha, sementara mahasiswa belajar langsung dari praktik di lapangan. Sinergi ini diharapkan menciptakan SDM unggul yang siap bersaing.
Program ini membuka jalan bagi generasi muda desa untuk tidak perlu hijrah ke kota. Mereka bisa membangun karier dan usaha di kampung halaman. “Dengan begitu, desa tidak hanya berkembang, tapi juga menahan arus urbanisasi,” jelas Ridha.








