Pariwisata Inklusif: 10 Desa di Kukar Bersiap Jadi Wajah Baru Wisata Kalimantan Timur

admin

Kutai Kartanegara – Kabupaten Kukar sedang menata langkah besar. Tak kurang dari 10 desa kini diproyeksikan sebagai motor pariwisata inklusif yang melibatkan masyarakat sebagai aktor utama.

Menurut Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, desa wisata bukan sekadar destinasi, tetapi juga laboratorium sosial. “Masyarakat belajar mengelola, pemerintah mendukung, wisatawan mendapat pengalaman otentik. Semua pihak saling diuntungkan,” jelasnya.

Baca juga  Loa Kulu Dorong Desa Wisata, Sumber Sari Tumbuh Jadi Destinasi Andalan

Kesepuluh desa tersebut adalah Pela, Sangkuliman, Kedang Ipil, Bhuana Jaya, Kerta Buana, Bukit Pariaman, Muara Enggelam, Teluk Dalam Muara Jawa, Liang Buaya, dan Sungai Meriam.

Kedang Ipil dianggap berhasil menggabungkan pariwisata dengan pelestarian budaya. Dari upacara adat hingga kuliner khas, semua dipertahankan sebagai daya tarik utama.

Pela dan Sangkuliman tampil beda dengan ikon ekowisata Pesut Mahakam. Atraksi ini tidak hanya menarik, tetapi juga mendidik.

Baca juga  Nutuk Beham 2025: Tradisi Panen Desa Kedang Ipil Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Meski potensial, masih ada tantangan: infrastruktur, SDM, dan pengelolaan. Dispar Kukar menggandeng OPD dan komunitas untuk memperkuat desa wisata.

Dengan pengembangan konsisten, desa wisata diharapkan bisa menjadi wajah baru Kukar, sekaligus bagian penting dari pariwisata Kalimantan Timur.

Berita-berita terbaru