Dari Lidah Untuk Daerah, Unikarta Sukseskan Festival Nasi Bekepor di Kukar

admin

Kabaristimewa.id, Tenggarong – Festival Nasi Bekepor yang digelar Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) di Tenggarong pada 16 Juni 2025 mendapat sambutan positif dari Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara. Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menilai kegiatan ini menjadi contoh konkret pelestarian budaya yang perlu dijaga dan dikembangkan.

Menurut Arianto, festival tersebut bukan hanya ajang lomba memasak, tetapi wadah menjaga warisan daerah. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Nasi Bekepor bukan hanya kuliner khas, tetapi juga identitas budaya Kutai Kartanegara yang harus terus diperkenalkan,” ujarnya.

Baca juga  Hari Pahlawan 2024, Kukar Gelorakan Semangat Patriotisme dan Bijak Bermedia Sosial

Festival ini diikuti oleh pelajar, mahasiswa, serta komunitas budaya. Selain lomba memasak, acara juga menghadirkan pameran kuliner tradisional dan pertunjukan seni daerah. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa sektor pariwisata dapat tumbuh dari pelibatan aktif masyarakat lokal.

Arianto menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata berencana memperluas kegiatan serupa di luar daerah. “Kami akan mengupayakan agar kegiatan seperti Nasi Bekepor dapat digelar di Malang dan Yogyakarta, bukan sebagai lomba, tapi untuk memperkenalkan budaya kita secara luas,” jelasnya.

Data dari laman resmi Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara menunjukkan, wisata berbasis budaya memberi kontribusi signifikan terhadap jumlah kunjungan ke daerah. Pada 2024, sektor kuliner tradisional mencatat peningkatan 18 persen wisatawan yang datang ke Tenggarong dan sekitarnya.

Baca juga  Sertifikasi Kompetensi, Langkah Penting Dispar Kukar untuk Majukan Pariwisata

Melalui festival seperti ini, pemerintah daerah berkomitmen membangun pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Arianto menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya. “Dunia pendidikan berperan besar agar nilai-nilai lokal tetap hidup di tengah modernisasi,” ujarnya.

Selain memperkuat identitas daerah, kegiatan seperti Festival Nasi Bekepor juga memberikan dampak ekonomi. Pelaku UMKM kuliner, pengrajin lokal, dan komunitas seni mendapat ruang promosi yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan visi Pemkab Kukar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui sektor wisata.

Baca juga  Pemkab Kutai Kartanegara dan Mahasiswa Bersatu untuk Kembangkan Pariwisata Desa

Dengan antusiasme masyarakat dan dukungan penuh pemerintah daerah, Festival Nasi Bekepor diharapkan menjadi agenda rutin tahunan. Kegiatan ini berpotensi menjadi ikon baru pariwisata kuliner di Kalimantan Timur sekaligus memperkuat posisi Kutai Kartanegara sebagai pusat budaya dan kuliner tradisional.

(AdvDisparKukar)

Berita-berita terbaru