Kabaristimewa.id, Tenggarong – Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan Waterboom Pulau Kumala kembali dapat dinikmati masyarakat pada libur Lebaran 2027. Meski anggaran lanjutan sebesar Rp2,5 miliar telah tersedia dan proses lelang selesai, pembangunan masih menunggu penandatanganan kontrak dengan pihak pemenang.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, mengatakan penyelesaian tahapan kontrak menjadi hal yang perlu segera ditindaklanjuti agar pekerjaan dapat berjalan sesuai target.
“Harapannya, saat libur Lebaran 2027 masyarakat sudah bisa menikmati fasilitas ini. Anggarannya sudah ada dan lelang sudah selesai, tinggal kontrak yang belum dibuat. Saya akan kembali menindaklanjuti hal ini dengan dinas terkait,” ujar Rendi, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan lanjutan Waterboom Pulau Kumala merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengaktifkan kembali fasilitas wisata yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Dalam pemeriksaan sebelumnya, Rendi menemukan persoalan kebocoran pada fasilitas tersebut. Meski tergolong kecil, kebocoran yang terjadi di sejumlah bagian dinilai dapat menimbulkan dampak cukup besar.
“Setelah diperiksa kembali, ternyata ada kebocoran kecil. Walaupun terlihat ringan, kebocorannya terjadi di beberapa titik dan dampaknya cukup besar,” ungkapnya.
Rendi mengatakan, Pemkab Kukar tidak menutup kemungkinan menyiapkan anggaran tambahan untuk pengembangan Waterboom pada tahun berikutnya. Namun, pekerjaan yang sudah melalui proses lelang harus terlebih dahulu dipastikan penyelesaiannya.
Mengenai pengelolaan setelah fasilitas tersebut kembali beroperasi, pemerintah daerah mempertimbangkan sejumlah opsi. Waterboom dapat dikelola perusahaan daerah, pihak pengelola Pulau Kumala, atau melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
Selain Waterboom, Rendi turut menyoroti Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang telah selesai dibangun tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, gedung tersebut sebenarnya sudah siap digunakan dan hanya menunggu proses peresmian.
“Gedungnya sudah selesai, sebenarnya tinggal diresmikan agar bisa mulai digunakan,” katanya.
Ia memastikan kondisi bangunan secara umum cukup baik. Meski begitu, masih ada sejumlah kebutuhan pengadaan yang berkaitan dengan keamanan fasilitas yang belum terpenuhi.
Rendi berharap Gedung Ekraf segera dibuka untuk masyarakat dan dapat menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan, termasuk aktivitas ekonomi kreatif maupun acara keluarga.
Fasilitas tersebut juga dinilai berpotensi menjadi alternatif lokasi penyelenggaraan resepsi pernikahan karena dilengkapi panggung dan videotron.
“Seharusnya tahun ini sudah bisa digunakan. Tahun depan masyarakat yang ingin menggelar acara pernikahan bisa memanfaatkan tempat ini. Ada panggung dan videotron yang mendukung kegiatan,” jelasnya.
Rendi menegaskan, pemerintah daerah akan terus mengevaluasi fasilitas yang telah dibangun agar tidak dibiarkan terbengkalai dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia bersama Bupati Kukar juga berencana meninjau sejumlah bangunan yang masih belum difungsikan untuk memastikan penyelesaian berbagai pekerjaan yang tertunda.
“Masih ada sejumlah fasilitas yang belum berjalan dan perlu diselesaikan tahun depan. Kami bersama Bupati akan melihat kembali bangunan-bangunan yang seharusnya sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)
Penulis: Prio Fuji Mustopa








