Kabaristimewa.id, Tenggarong – Sebanyak 2.500 atlet dan tim pendukung Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap menghadapi rangkaian kompetisi olahraga tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang berlangsung mulai akhir Oktober hingga Desember 2026. Di tengah padatnya jadwal pertandingan, pemerintah daerah menargetkan kontingen mampu mendominasi seluruh ajang dengan meraih juara umum.
Pelepasan kontingen dilakukan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026) malam. Para peserta akan mewakili daerah dalam Porprov, Peparprov, Porprov Korpri, Forda, dan Porwada.
Aulia menyebut persiapan yang telah dilakukan menjadi modal penting bagi atlet untuk menghadapi persaingan. Ia berharap seluruh peserta mampu memberikan hasil terbaik sekaligus mempertahankan nama baik Kukar di tingkat provinsi.
Keyakinan tersebut disampaikan setelah dirinya melihat langsung kesiapan atlet dari berbagai cabang olahraga.
“Kami yakin dan percaya Kukar bisa menjadi juara umum di seluruh event yang saya sebutkan tadi,” kata Aulia.
Menurutnya, menghadapi lima agenda olahraga dalam waktu hampir bersamaan bukan perkara mudah. Atlet, pelatih, official, dan pendamping harus mengatur tenaga serta konsentrasi karena pertandingan berlangsung di sejumlah wilayah Kaltim.
Meski demikian, Aulia menilai kesiapan kontingen cukup menjanjikan untuk menghadapi seluruh kompetisi.
“Persiapan sudah sangat mantap. Kami yakin dan percaya Kukar bisa menjadi juara umum di seluruh event yang kita ikuti di tingkat Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya.
Bonus Atlet Tetap Menjadi Komitmen Pemkab
Di tengah target prestasi, pemerintah daerah turut memastikan penghargaan bagi atlet yang berhasil meraih medali tetap diberikan. Aulia menyatakan besaran bonus minimal tidak akan lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, meskipun kondisi anggaran Kukar sedang menghadapi tekanan.
Ia menilai semangat atlet dalam membawa nama daerah menjadi faktor utama yang tidak bisa diukur hanya dengan nilai materi.
“Bonus sebenarnya bukan satu-satunya. Karena kami yakin semangat tanding yang dimiliki teman-teman atlet itu jauh lebih besar daripada bonus yang kita janjikan,” tuturnya.
Bupati juga membuka peluang bagi Kukar untuk menyesuaikan bonus apabila daerah lain memberikan penghargaan lebih besar kepada atletnya.
“Kalau ada kabupaten-kota lain yang berani memberikan lebih besar daripada yang kita berikan tahun sebelumnya, maka kita akan menyamakan,” katanya.
Aulia meminta atlet tidak terpengaruh oleh kabar yang belum pasti mengenai bonus, termasuk isu pengurangan penghargaan akibat efisiensi atau keterlambatan pencairan.
“Jangan sampai gara-gara isu bonus yang tidak jelas atau bonus yang simpang siur, ada yang bilang dengan kondisi keuangan yang ada itu tidak diberikan bonus atau bonusnya lebih rendah daripada yang sebelumnya, tidak dicairkan dan sebagainya,” tegasnya.
Ia berharap komitmen tersebut dapat memberikan kepastian kepada atlet sehingga fokus mereka tetap tertuju pada pertandingan.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, turut memastikan bonus atlet tetap menjadi prioritas. Ia menyebut kebijakan efisiensi maupun kondisi transfer keuangan daerah tidak akan menjadi alasan untuk mengurangi penghargaan bagi atlet.
“Kami pastikan bahwa atlet, bonus untuk para atlet itu tidak akan terpotong dengan isu efisiensi ataupun lambat. Bayar salur transfer daerah itu sudah berpengaruh. Kita pastikan menjadi prioritas,” ujar Rendi.
Lima Kejuaraan Berlangsung Berdekatan
Rendi menilai Kukar memiliki keunggulan karena persiapan kontingen telah dilakukan cukup panjang. Namun, ia mengingatkan pelaksanaan lima ajang secara bersamaan dapat menjadi tantangan bagi daerah peserta, terutama dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan pertandingan.
Menurutnya, pengadaan seragam dan kebutuhan lainnya harus dilakukan dalam waktu yang berdekatan sehingga membutuhkan perencanaan matang.
“Kejuaraan yang ini baru pertama kali juga terjadi selama 10 tahun terakhir mungkin lima kejuaraan bersamaan bulannya. Itu saya yakin kesulitan untuk ikut itu karena berat sekali untuk menyamakan timing pengadaan baju, pengadaan lain-lain,” ungkapnya.
Berdasarkan data kontingen, Kukar menyiapkan 1.826 atlet, 320 pelatih, 72 manajer, 285 official, serta 121 cabang olahraga untuk mengikuti seluruh kompetisi.
Rangkaian pertandingan diawali dengan Porprov Korpri di Sangatta, Kutai Timur, pada 31 Oktober hingga 8 November 2026. Ajang ini melibatkan 184 atlet, 19 pelatih, 10 manajer, 18 official, dan 12 cabang olahraga.
Selanjutnya, Porwada berlangsung di Balikpapan pada 4–5 November 2026 dengan 32 atlet, 9 official, dan 11 cabang olahraga.
Porprov di Kabupaten Paser menjadi kompetisi dengan jumlah peserta terbesar. Kukar mengirimkan 1.144 atlet, 225 pelatih, 62 manajer, 166 official, dan 62 cabang olahraga pada 14–27 November 2026.
Masih di Kabupaten Paser, Peparprov dijadwalkan berlangsung pada 27–30 November 2026 dengan 100 atlet, 17 pelatih, 32 official, dan 9 cabang olahraga.
Sementara itu, Forda akan digelar di GOR Kadri Oening Sempaja, Samarinda, pada 29 November hingga 6 Desember 2026. Kukar menurunkan 366 atlet, 59 pelatih, 60 official, dan 27 cabang olahraga.
Dengan persiapan yang telah dilakukan dan dukungan pemerintah daerah, Kukar berharap seluruh kontingen mampu menghadapi persaingan secara maksimal. Target juara umum menjadi motivasi bagi atlet untuk mempersembahkan prestasi terbaik sekaligus menjaga kebanggaan daerah di kancah olahraga Kaltim. (Adv/Diskominfo Kukar)
Penulis: Prio Fuji Mustopa








