Primata ‘Drakula’ dari Kalimantan, Lutung Kutai Terancam Kehilangan Habitat

admin

kabaristimewa.id, Kalimantan Timur – Hutan di Kalimantan Timur menjadi habitat bagi berbagai satwa endemik yang tidak ditemukan di wilayah lain. Salah satunya adalah Lutung Kutai (Presbytis canicrus), primata langka yang keberadaannya kini semakin mengkhawatirkan akibat terbatasnya habitat dan berbagai ancaman terhadap kelestarian hutan.

Dilansir dari detik.com, Lutung Kutai juga dikenal dengan sebutan Kutai langur, lutung berangat, hingga “Lutung Drakula”. Julukan tersebut bukan berkaitan dengan kebiasaan meminum darah, melainkan berasal dari penampilan fisiknya. Warna putih keabu-abuan pada bagian leher hingga dada membuat satwa ini terlihat seolah mengenakan jubah.

Primata ini memiliki ciri khas berupa wajah berwarna abu-abu gelap, jambul kecil di bagian kepala, serta pola putih berbentuk huruf “U” di bawah hidung. Bagian punggungnya berwarna keabu-abuan, sedangkan bagian perut cenderung putih kekuningan.

Keberadaan Lutung Kutai diketahui hanya berada di wilayah tertentu di Kalimantan Timur. Balai Taman Nasional Kutai mencatat satwa ini berada di kawasan Taman Nasional Kutai serta Semenanjung Sangkulirang, termasuk Gunung Talisayang dan Sungai Karangan. Bentang Alam Wehea-Kelay juga menjadi salah satu kawasan yang dianggap penting bagi kelangsungan hidup spesies tersebut.

Baca juga  Update longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Operasi pencarian memasuki hari kedelapan pada Sabtu, 31 Januari.

Lutung Kutai biasanya hidup secara berkelompok dengan jumlah sekitar lima hingga 12 individu. Satwa ini lebih banyak beraktivitas di kawasan pepohonan dan mengandalkan daun muda serta pucuk daun sebagai makanan utama. Buah yang belum matang, bunga, biji-bijian, hingga telur juga dapat menjadi bagian dari sumber makanannya.

Keberadaan primata ini sempat menjadi misteri. Lutung Kutai pernah diduga telah punah setelah sulit ditemukan selama hampir tiga dekade. Harapan kembali muncul pada 2012 ketika keberadaannya berhasil direkam menggunakan kamera jebak di kawasan hutan konservasi.

Baca juga  Asisten Pelatih Timnas Indonesia Akan Pantau Laga Malut United vs Borneo FC di Ternate

Temuan berikutnya kembali terjadi di Hutan Lindung Wehea pada 2019. Setelah itu, keberadaan Lutung Kutai juga kembali tercatat di sejumlah kawasan lain. Pada 2020, petugas bahkan menjumpai tiga individu yang sedang beraktivitas di atas pohon, sementara rekaman kamera dan drone pada tahun-tahun berikutnya semakin memperkuat bukti bahwa spesies tersebut masih bertahan di alam.

Meski masih dapat ditemukan, kondisi populasinya tergolong sangat memprihatinkan. Lutung Kutai telah masuk kategori Critically Endangered (Kritis) dalam daftar konservasi global. Populasinya diperkirakan tersisa kurang dari 250 individu dewasa dan terus menghadapi tekanan akibat kerusakan habitat serta pembukaan kawasan hutan.

Ancaman terhadap habitat menjadi persoalan utama bagi keberlangsungan satwa ini. Deforestasi, pembukaan lahan perkebunan, pembalakan liar, serta aktivitas industri ekstraktif menyebabkan ruang hidup Lutung Kutai semakin terbatas. Kondisi tersebut menjadi semakin serius karena informasi mengenai spesies ini masih relatif sedikit dibandingkan primata Kalimantan lainnya.

Baca juga  Meski Terbebas dari Covid, Pasien Tetap Harus Waspada pada Kerusakan Paru-Paru

Di tengah berbagai ancaman tersebut, masyarakat adat Wehea memiliki peran penting dalam menjaga habitat Lutung Kutai. Pengelolaan Hutan Lindung Wehea yang melibatkan masyarakat adat telah berlangsung sejak 2004 dan menjadi salah satu contoh konservasi berbasis kearifan lokal.

Keberadaan Lutung Kutai menjadi pengingat bahwa kekayaan hayati Kalimantan tidak hanya terdiri dari satwa yang sudah populer di masyarakat. Primata langka ini juga memiliki peran penting dalam ekosistem hutan dan membutuhkan perhatian lebih agar tidak kembali menghilang dari alam.

Pelestarian habitat, penguatan perlindungan, serta keterlibatan masyarakat sekitar hutan menjadi langkah penting untuk memastikan Lutung Kutai tetap dapat bertahan di Kalimantan Timur.

Sumber : detik.com

Berita-berita terbaru