Kabaristimewa.id, Timnas Indonesia kembali menghadapi laga hidup mati saat bertemu Singapura pada pertandingan terakhir Grup Piala AFF 2026. Kemenangan menjadi harga mati bagi skuad Garuda untuk mengamankan tiket ke babak semifinal.
Situasi ini mengingatkan pada dua pertemuan sebelumnya antara Indonesia dan Singapura di ajang Piala AFF yang sama-sama menjadi laga penentuan nasib kedua tim.
Momen pertama terjadi pada Piala AFF 2007. Saat itu Indonesia bersaing dengan Singapura, Vietnam, dan Laos di Grup B. Menjelang laga terakhir, tiga tim teratas sama-sama masih memiliki peluang lolos ke semifinal.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Jalan Besar, Singapura, berakhir imbang 2-2. Hasil tersebut membuat Indonesia mengoleksi lima poin, sama dengan Singapura dan Vietnam. Namun, Garuda gagal melaju ke semifinal karena kalah selisih gol dari dua rivalnya.
Kesempatan kedua datang pada Piala AFF 2016. Kala itu Indonesia berada dalam tekanan setelah kalah dari Thailand dan hanya bermain imbang melawan Filipina. Garuda wajib mengalahkan Singapura jika ingin menjaga asa lolos.
Indonesia sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Khairul Amri. Namun, tim asuhan Alfred Riedl berhasil membalikkan keadaan lewat gol Andik Vermansah dan Stefano Lilipaly untuk menang 2-1.
Kemenangan tersebut membawa Indonesia finis di posisi kedua klasemen grup dan melaju ke semifinal. Perjalanan Garuda bahkan berlanjut hingga babak final pada edisi tersebut.
Kini, sejarah kembali menghadirkan Singapura sebagai lawan terakhir di fase grup. Timnas Indonesia membutuhkan hasil maksimal untuk memastikan langkah ke semifinal Piala AFF 2026 sekaligus mengulang kenangan manis saat menyingkirkan The Lions pada edisi 2016.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama masih memiliki peluang untuk melanjutkan perjalanan di turnamen. Seluruh mata pun akan tertuju pada apakah Garuda mampu kembali menjadikan Singapura sebagai batu loncatan menuju babak semifinal.








