Piala Presiden 2026 Berakhir, Transparansi Jadi Sorotan Utama

admin

Kabaristimewa.id, Piala Presiden 2026 telah berakhir dengan Persebaya Surabaya keluar sebagai juara. Di balik hasil kompetisi, penyelenggaraan turnamen kembali menempatkan transparansi sebagai salah satu aspek yang mendapat perhatian.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengatakan keterbukaan menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap turnamen yang kini memasuki edisi kedelapan.

“Delapan kali Piala presiden, kami berpikir keras bagaimana membangun reputasi dan kepercayaan. Salah satu alat ukur transparansi adalah audit. Karena itu kami bersama PwC sebagai alat ukur berkelas internasional,” kata Maruarar.

Baca juga  Kemenangan Bhayangkara Polda Kaltim di Keluncum Corporate League, Prestasi yang Menginspirasi

Menurut dia, komitmen tersebut juga terlihat dari konsistensi penyiaran pertandingan. Selama delapan edisi, Piala Presiden tetap disiarkan melalui televisi yang sama dan berbagai hal yang dijanjikan penyelenggara disebut dijalankan sesuai waktu.

“Delapan edisi ini juga disiarkan di televisi yang sama. Apa yang dijanjikan selalu tepat waktu,” ujarnya.

Keterbukaan penyelenggara juga terlihat dari publikasi data mengenai jangkauan siaran dan rating televisi. Pada laga final antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, Kamis (6/8), siaran pertandingan mencatat share sebesar 45,3 persen.

Baca juga  Paul Pogba Tegaskan Tak Akan Pindah ke AC Milan, Setia untuk Juventus!

Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang penyelenggaraan Piala Presiden sejak pertama kali digelar pada 2015.

Selain data siaran, penyelenggara juga memberikan ruang lebih besar bagi publik dalam menentukan pemenang lomba jurnalistik Piala Presiden 2026.

Jika sebelumnya pemenang langsung diumumkan, pada edisi kali ini penyelenggara terlebih dahulu mempublikasikan tiga kandidat juara di setiap kategori. Masyarakat kemudian dapat ikut menentukan pemenang melalui mekanisme pemilihan.

Piala Presiden juga kembali menggandeng PwC Indonesia sebagai auditor independen. Keterlibatan auditor disebut menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas penyelenggaraan turnamen.

Baca juga  Mbappe Masuk Real Madrid, Mengisi Kekosongan yang Ditinggalkan Benzema

Selama kerja sama tersebut, laporan keuangan penyelenggaraan Piala Presiden disebut memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pada edisi 2026, total dana yang dihimpun penyelenggara mencapai Rp100 miliar.

Setelah Piala Presiden 2026 selesai, perhatian kini beralih pada kemungkinan pengembangan turnamen pada tahun mendatang. Salah satu wacana yang muncul adalah menjadikan Piala Presiden sebagai ajang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung persiapan Timnas Indonesia.

Rencana tersebut menjadi salah satu hal yang dinantikan setelah Persebaya memastikan diri sebagai kampiun Piala Presiden 2026.

Berita-berita terbaru