Kabaristimewa.id, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjalani rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Indonesia Timur dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan, percepatan pembangunan infrastruktur, serta peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.
Agenda yang berlangsung selama beberapa hari tersebut mencakup kunjungan ke Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Papua Barat, hingga Papua Selatan. Melalui kunjungan ini, pemerintah ingin memastikan berbagai program prioritas nasional berjalan sesuai target dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Di Gorontalo, Gibran dijadwalkan menghadiri pembukaan Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026. Kegiatan berskala nasional itu menjadi ajang bertemunya ribuan petani, nelayan, dan penyuluh dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman, inovasi, serta teknologi yang mendukung peningkatan produktivitas sektor pangan.
Selain menghadiri PENAS, Wakil Presiden juga meninjau progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem irigasi, mendukung kebutuhan air pertanian, dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.
Sebelumnya, Gibran mengawali kunjungan kerjanya di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Di daerah tersebut, ia meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Papua Barat. Di wilayah ini, pemerintah menaruh perhatian pada pengembangan komoditas unggulan daerah, khususnya sektor kakao yang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat setempat. Wakil Presiden juga dijadwalkan menghadiri kegiatan keagamaan nasional yang melibatkan peserta dari berbagai provinsi.
Sementara itu, di Papua Selatan, kunjungan difokuskan pada pemantauan sejumlah fasilitas publik dan program pemberdayaan masyarakat. Beberapa lokasi yang akan ditinjau mencakup pusat pelestarian budaya, fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan berbasis potensi lokal, hingga sarana keagamaan.
Kunjungan lintas daerah ini mencerminkan upaya pemerintah mempercepat pembangunan yang lebih merata, terutama di kawasan timur Indonesia. Selain memantau pelaksanaan program strategis, agenda tersebut juga menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi daerah.
Melalui pendekatan langsung ke lapangan, pemerintah berharap setiap program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor pangan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di seluruh wilayah Indonesia.








