Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Maluhu Perkecil Ukuran

admin

Kabaristimewa.id Kutai Kartanegara – Kenaikan harga kedelai sejak awal 2026 mulai menekan pelaku usaha tempe di Kutai Kartanegara. Para perajin memilih berbagai cara agar produksi tetap berjalan di tengah biaya yang terus meningkat.

Salah satu perajin, Ilham, yang berusaha di Kelurahan Maluhu, menyesuaikan strategi dengan memperkecil ukuran tempe. Cara ini dipilih agar harga jual tetap terjangkau bagi konsumen.

Baca juga  Apel Operasi Ketupat Mahakam 2026 Digelar, Polres Kukar Siapkan Pengamanan Lebaran

Ia menyebut harga kedelai naik bertahap sejak Januari. Kenaikan sekitar Rp30 ribu terjadi di awal tahun, disusul Rp10 ribu pada Februari, lalu meningkat lagi pada Maret.

Saat ini, harga kedelai mencapai sekitar Rp575 ribu per karung. Sebelumnya, harga masih berada di kisaran Rp500 ribu hingga Rp540 ribu.

“Sekarang harga kedelai sudah mencapai sekitar Rp575 ribu per karung. Padahal sebelumnya masih di kisaran Rp500 ribu sampai Rp540 ribu,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Baca juga  Pendaki Asal Malaysia Berhasil Dievakuasi dari Gunung Rinjani

Menurut Ilham, harga normal biasanya berkisar Rp500 ribu sampai Rp525 ribu per karung. Ia menilai kenaikan masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.

Untuk menjaga daya beli, perajin tidak langsung menaikkan harga jual. Mereka memilih mengecilkan ukuran produk agar tetap diminati pasar.

Langkah tersebut berdampak pada penurunan keuntungan. Meski produksi tetap berjalan, pendapatan yang diterima tidak sebesar sebelumnya.

Baca juga  Disorot Prabowo Subianto, Gubernur Kaltim: Mobil Dinas Sudah Dikembalikan Sejak Awal Maret

Ilham menyebut produksi harian bisa mencapai satu karung kedelai atau sekitar 50 kilogram. Harga tempe di pasaran saat ini berkisar Rp5.000 hingga Rp15.000, tergantung ukuran.

Ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kedelai. Hal ini penting agar usaha kecil tetap bertahan di tengah tekanan biaya produksi.

Berita-berita terbaru